Koneksi Lebih Cepat, Koneksi Li-Fi Siap Geser Wi-Fi

Banyak cara orang untuk bisa terhubung ke internet, baik menggunakan kuota data, maupun dengan teknologi nirkabel Wi fi. Sebagai teknologi Nirkabel, tentu saja Wi fi sangat populer di kalangan para pengguna internet karena dirasa lebih cepat dan hemat. N

Koneksi Lebih Cepat, Koneksi Li-Fi Siap Geser Wi-Fi

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Banyak cara orang untuk bisa terhubung ke internet, baik menggunakan kuota data, maupun dengan teknologi nirkabel Wi-fi. Sebagai teknologi Nirkabel, tentu saja Wi-fi sangat populer di kalangan para pengguna internet karena dirasa lebih cepat dan hemat. Namun apakah anda tahu jika saat ini sedang dikembangkan teknologi nirkabel lain untuk menjadi pesaing Wi-Fi yang bernama Li-Fi ? [caption id="attachment_193299" align="aligncenter" width="740"] Ilustrasi[/caption] Seperti yang dilansir Telegraph, Li-Fi merupakan teknologi wireless yang konon akan menjadi alternatif selain Wi-Fi. Teknologi ini tengah diuji untuk mengirim data dalam kecepatan 1Gbps (Gigabyte per second). Di kecepatan itu, maka teknologi Li-Fi diklaim akan bisa bekerja 100 kali lebih cepat ketimbang Wi-Fi. Artinya mengunduh file video atau film dengan resolusi HD bisa dilakukan hanya dalam waktu hitungan detik. Teknologi Li-Fi ini dikembangkan pertama kali pada 2011 oleh Professor Harald Haas dari University of Edinburg. Perangkat Li-Fi ini mentransfer data dengan menggunakan bohlam LED sebagai wadahnya, yang mana dapat berkedip dalam hitungan anoseconds sehingga tidak dapat dilihat mata manusia sedikitpun. Teknologi ini pun disulap ke sebuah perangkat wireless oleh sebuah startup asal Estonia yang bernama Vélmenni. Untuk saat ini, Li-Fi tengah di uji coba pada beberapa lokasi perkantoran dan industrial di Estonia. Teknologi ini diprediksi akan menjadi perangkat rumahan yang ramah lingkungan, serta efisien. Karena selain berfungsi sebagai bohlam lampu LED, Li-Fi dipastikan bisa menciptakan koneksi antar perangkat rumahan mengingat teknologi ini diusung untuk era IoT (Internet of Things). Namun sayangnya, koneksi Li-Fi justru mengandalkan cahaya lampu dan hanya dibatasi dalam satu ruangan saja dan tidak seperti sinyal Wi-fi yang mampu menembus dinding. (Rud)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA