TNI bantah tuduhan punya hasil Pemilu 2019

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa memastikan akan memproses hukum anggotanya yang disebut-sebut memberikan informasi bohong

TNI bantah tuduhan punya hasil Pemilu 2019

JAKARTA

TNI Angkatan Darat membantah institusinya memiliki data mengenai hasil Pemilu 2019 menyusul tuduhan mantan menteri Rizal Ramli.

Dalam akun media sosial, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli yang menyebut mendapat laporan dari seorang Letnan Kolonel Angkatan Darat mengenai hasil Pemilu 2019.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan Pemilu 2019 saat ini masih dalam tahap rekapitulasi oleh Komisi Pemilihan Umum.

"Bagaimana kami memiliki hasil, penghitungannya saja masih berlangsung. Apalagi kalau kami dikatakan memiliki data formulir C1, apakah fotonya. Itu tidak benar. Jadi saya pastikan informasi yang diberikan oleh salah satu tokoh itu adalah berita bohong," ujar Andika di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta pada Senin.

Andika memastikan akan memproses hukum anggotanya yang disebut-sebut memberikan informasi bohong itu.

"Saya menyatakan tidak akan melakukan apa pun kepada pak Rizal Ramli. Tetapi terhadap yang diduga Letkol TNI AD ini pasti kami proses hukum," kata dia.

Dia meminta masyarakat untuk tidak mempercayai informasi bohong tersebut.

Andika mengaku berkomitmen akan memberikan sanksi kepada anggotanya yang tidak netral.

Dia mencontohkan telah memberi sanksi kepada anggotanya yang tidak netral pada Pemilu 2019.

Meski demikian, Andika tidak menyebutkan jumlah pasti berapa anggota yang diberikan sanksi akibat tidak netral dalam Pemilu 2019.

"Jadi kami mengakui [ada anggotanya yang melanggar] tapi itu sangat kecil, tapi sudah [diproses]. Jadi kami tidak hanya menerima laporan, kemudian kita lupakan. Enggak sama sekali. Sudah beberapa [diproses]," jelas Andika pada Senin.

Dia mengatakan anggotanya yang melanggar tersebut telah melalui proses peradilan militer.

Bahkan, kata dia, ada anggotanya yang telah diberi sanksi hukuman lima bulan penjara.

"Itu sudah putus dan diterima. Dan beberapa lagi sudah diproses," tambah dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA