Survei LSI: Jokowi-Ma’ruf berpotensi menang telak dari Prabowo-Sandi

Survei LSI mencatat angka elektabilitas Jokowi-Amin yakni dalam rentang 55.9 persen hingga 65.8 persen, sedangkan Prabowo-Sandi dalam rentang 34.2 persen hingga 44.1 persen

Survei LSI: Jokowi-Ma’ruf berpotensi menang telak dari Prabowo-Sandi

JAKARTA

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memprediksi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin di ambang menang telak dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Survei LSI mencatat angka elektabilitas Jokowi-Amin unggul dua digit, yakni dalam rentang 55.9 persen hingga 65.8 persen, sedangkan Prabowo-Sandi dalam rentang 34.2 persen hingga 44.1 persen.

LSI menyurvei 2.000 responden dari 34 provinsi di Indonesia pada 5 hingga 9 April 2019 dengan metode multistage random sampling.
Peneliti LSI Ardian Sopa mengatakan pihaknya menggunakan ambang batas dan ambang bawah karena memperhitungkan margin of error dan kemungkinan golput pada hari pemungutan suara.

“Kalkulasi ini dilakukan karena pilpres tinggal lima hari lagi, diperlukan proyeksi elektabilitas dengan mempertimbangkan angka margin of error survei dan asumsi golput,” ujar Ardian di Jakarta, Jumat.

Menurut Ardian, keunggulan Jokowi-Ma’ruf konsisten sejak Agustus 2018 lalu dan selalu unggul di atas dua digit pada periode survei LSI Denny JA sebelumnya.

“Selisih elektabilitas yang stabil ini menguatkan kesimpulan bahwa Jokowi-Ma’ruf berpotensi menang telak dari pasangan Prabowo-Sandi,” kata dia.

LSI juga mengelompokkan segmen pemilih berdasarkan kelompok, antara lain pemilih muslim, afiliasi organisasi muslim, pemilih minoritas, serta pemilih milenial.

Jokowi-Ma’ruf unggul telak pada segmen pemilih minoritas dengan rentang elektabilitas 83,6 persen hingga 93,5 persen, sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandi memeroleh dukungan 6,5 persen hingga 16,4 persen dari pemilih minoritas.

Menurut Ardian, pemilih minoritas merupakan salah satu pemilih loyal Jokowi-Ma’ruf selain pemilih muslim yang berafiliasi dengan organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan pemilih dari kalangan “wong cilik”.

Selain itu, pemilih milienial yang berusia di bawah 40 tahun menjadi salah satu kantong pemilih Jokowi-Maruf.

Dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf dari pemilih milenial sebesar 54,9 persen hingga 64,8 persen, sedangkan Prabowo-Sandi mendapat dukungan dalam rentang 35,2 persen hingga 45,1 persen.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA