Protes Rompi Kuning di Prancis masuki pekan ke-52

Setidaknya 11 orang tewas sejak November 2018 dalam bentrokan antara polisi dan demonstran

Protes Rompi Kuning di Prancis masuki pekan ke-52

PARIS

Demonstran Rompi Kuning di Prancis turun ke jalan pada Sabtu selama 52 minggu berturut-turut untuk berdemonstrasi menentang kebijakan ekonomi Presiden Emmanuel Macron.

Para pengunjuk rasa yang ingin memasuki mal dan stasiun kereta di Montpellier selatan dihadang oleh polisi menggunakan gas air mata.

Sebanyak 12 demonstran ditahan dan empat orang, termasuk tiga polisi, terluka.

Di Toulouse, ketegangan antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa meningkat, yang mendorong polisi menggunakan gas air mata.

Protes juga terjadi di berbagai kota lainnya di Prancis.

Sejak November lalu, ribuan demonstran yang mengenakan rompi kuning berkumpul di kota-kota besar Prancis, termasuk Paris, untuk memprotes kebijakan Macron tentang kenaikan pajak bahan bakar yang kontroversial dan memburuknya situasi ekonomi negara.

Rangkaian protes menyebabkan 11 orang tewas, lebih dari 4.245 lainnya terluka dan lebih dari 12.000 orang ditangkap oleh pasukan keamanan.

Setelah simbol Kota Paris Katedral Notre Dame mengalami kerusakan signifikan akibat kebakaran pada April, polisi melarang aksi protes di sekitar gereja bersejarah itu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA