Presiden, oposisi Sudan Selatan sepakat intensifkan dialog

Kesepakatan itu dicapai setelah Kiir Mayardit dan Riek Machar bertemu di Uganda, di bawah naungan presiden Uganda dan presiden Sudan

Presiden, oposisi Sudan Selatan sepakat intensifkan dialog

JUBA, Sudan Selatan

Presiden Sudan Selatan Salva Kiir Mayardit dan pemimpin oposisi Riek Machar sepakat untuk memperpanjang tenggat waktu dalam membentuk pemerintah gabungan.

Kesepakatan itu dicapai setelah Kiir dan Machar bertemu di Uganda, di bawah naungan Presiden Uganda Yoweri Kaguta Museveni dan Presiden Sudan Abdel Fattah Abdelrahman Burhan.

Utusan Khusus Kenya untuk Sudan Selatan, Stephen Kalonzo Musyoka, juga menghadiri pertemuan tersebut.

KTT tripartit itu digelar untuk menyelesaikan konflik Sudan Selatan dan menghasilkan sejumlah resolusi, di antaranya memperpanjang periode pra-transisi selama 100 hari.

Dari hasil pertemuan itu, mereka juga meminta Otoritas Antarpemerintah tentang Pembangunan untuk membahas status Machar dan mendesak masyarakat internasional untuk terus mendukung proses perdamaian di Sudan Selatan.

Bulan lalu, Machar menegaskan bahwa dia tidak akan menjadi bagian dari pemerintah jika masalah keamanan belum terselesaikan.

"Masalah kritis harus diselesaikan dan pengaturan keamanan harus ada," tegas Machar selama pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB di Juda pekan lalu. 

Sudan Selatan menghadapi krisis ketika Kiir mencopot Machar dari kursi wakil presiden pada Desember 2013 dengan tuduhan merencanakan kudeta. 

Langkah itu kemudian memicu perang saudara yang merenggut nyawa puluhan ribu jiwa dan memaksa empat juta orang mengungsi. 



TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA