Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika mengundurkan diri

Keputusan presiden itu disampaikan beberapa jam setelah panglima militer Aljazair menuntut dia untuk segera mundur

Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika mengundurkan diri

ALGIERS

Setelah lebih dari sebulan aksi protes atas rencananya mencalonkan diri untuk masa jabatan kelima, Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika akhirnya tunduk pada tuntutan rakyat dan mengundurkan diri pada Selasa, lansir kantor berita APS.

Keputusan Bouteflika diumumkan beberapa jam setelah Kepala Staf Angkatan Darat Aljazair Letnan Jenderal Ahmed Ahmed Gaid Saleh menuntut pengunduran dirinya dengan segera.

Dalam sebuah pernyataan, Saleh menegaskan kembali komitmen militer terhadap implementasi artikel konstitusional tentang kekosongan jabatan presiden.

"Keputusan kami jelas dan tidak dapat diubah, karena kami berdiri bersama rakyat sampai tuntutan mereka dipenuhi," tambah dia.

Pernyataan Saleh disampaikan sehari setelah Bouteflika bersumpah untuk mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir secara resmi akhir bulan ini.

Pada Februari, Front Pembebasan Nasional yang berkuasa di Aljazair menominasikan Bouteflika untuk mencalonkan diri untuk masa jabatan kelima.

Presiden berusia 82 tahun itu telah memerintah Aljazair sejak 1999.

Namun, pada 11 Maret, setelah berminggu-minggu diprotes, Bouteflika tiba-tiba menunda pemilihan umum - yang semula dijadwalkan pada 18 April - dan secara resmi membatalkan pencalonannya.

Warga Aljazair terus menggelar demonstrasi menentang kepemimpinan Bouteflika yang dianggap memperpanjang masa jabatannya dengan cara yang tidak konstitusional. 

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA