Pengawas nuklir PBB terus pantau komitmen Iran terhadap perjanjian

Lembaga akan melanjutkan upayanya dan tetap terlibat aktif, kata penjabat direktur IAEA

Pengawas nuklir PBB terus pantau komitmen Iran terhadap perjanjian

ANKARA

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terus memverifikasi dan memantau komitmen Iran terkait nuklir di bawah kesepakatan 2015.

"Lembaga terus memverifikasi dan memantau komitmen Iran terkait nuklir di bawah Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA). Saya akan melaporkan setiap perkembangan lebih lanjut yang relevan kepada Dewan tepat waktu," kata Direktur Jenderal IAEA Cornel Feruta pada pertemuan Dewan Gubernur di Wina, Senin.

Feruta mengatakan kepada dewan bahwa dia mengunjungi Teheran pada Minggu untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat senior Iran dan dia diberitahu tentang kegiatan terbaru terkait dengan penelitian dan pengembangan pemusing.

"Pada 7 September, #Iran memberi tahu IAEA bahwa mereka bermaksud memasang dan menguji, dengan uranium alami, pemusing canggih tambahan di fasilitas R&D-nya, Pejabat Direktur Jenderal IAEA Cornel Feruta melaporkan ke Dewan Gubernur," kata IAEA dalam sebuah cuitan di Twitter .

Pekan lalu, Presiden Hassan Rouhani mengatakan bahwa Iran akan segera mengambil langkah ketiga dalam mengurangi komitmennya di bawah kesepakatan nuklir dalam menanggapi negara-negara Eropa yang gagal memenuhi komitmen mereka.

Kesepakatan nuklir Iran, juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), ditandatangani pada 2015 antara Iran dan Rusia, China, Prancis, AS dan AS plus Jerman.

Iran menegaskan bahwa Eropa harus memberikan dukungan ekonomi tambahan jika mereka ingin menyelamatkan kesepakatan setelah AS menarik diri pada Mei 2018 dan mengecam sanksi terhadap Teheran.

"Penting untuk memajukan interaksi kami dan, oleh karena itu, saya juga menekankan perlunya Iran untuk segera menanggapi pertanyaan-pertanyaan IAEA terkait dengan kelengkapan deklarasi perlindungan Iran. Lembaga itu akan melanjutkan upayanya dan akan tetap terlibat aktif. Intinya adalah waktu," tambah Feruta.

Nuklir Korea Utara menjadi perhatian serius

Beralih ke Korea Utara, Feruta mengatakan kegiatan nuklirnya tetap menjadi penyebab keprihatinan serius.

"Kelanjutan program itu adalah pelanggaran yang jelas terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan dan sangat disesalkan," ujar dia.

Feruta juga mengatakan bahwa IAEA siap untuk memainkan peran penting dalam memverifikasi program nuklir Pyongyang, jika kesepakatan politik dicapai antara negara-negara yang bersangkutan.

"Saya menghimbau [Korea Utara] untuk sepenuhnya mematuhi kewajibannya di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, untuk segera bekerja sama dengan lembaga dan untuk menyelesaikan semua masalah yang belum diselesaikan," tambah dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA