Pendukung teroris terus lakukan kampanye anti-Turki

Akun manipulator pro-teror membagikan video yang memperlihatkan jasad seorang wanita dan dua anak yang tewas dalam bombardir pasukan rezim Assad selama perang saudara pada Agustus 2016

Pendukung teroris terus lakukan kampanye anti-Turki

ANKARA

Pendukung teroris YPG/PKK melakukan kampanye propaganda melalui media sosial untuk melawan operasi militer Turki yang baru diluncurkan di utara Suriah.

Mereka meningkatkan aksi memalsukan foto dan video yang diambil dari waktu dan tempat berbeda untuk melakukan kampanye disinformasi terhadap operasi anti-teroris Turki itu di media sosial.

Sebuah akun manipulator di media sosial membagikan video yang memperlihatkan jasad seorang wanita dan dua anak yang tewas dalam bombardir pasukan rezim Assad selama perang saudara pada Agustus 2016.

Akun pro-kelompok teroris itu mencoba menampilkan dokumen tersebut seolah-olah gambar tersebut diambil selama operasi anti-teror Turki di Suriah utara.

Hal serupa juga dilakukan oleh oknum pro-teroris yang berusaha menggunakan video yang diambil setelah ledakan April 2017 di sebuah gereja di Alexandria, Mesir untuk manipulasi operasi Turki tersebut.

Pada Rabu 9 Oktober lalu, Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian di timur Sungai Eufrat, sebelah utara Suriah, untuk mengamankan perbatasan dengan membersihkannya dari unsur-unsur teroris, dan demi memastikan pengungsi Suriah dapat kembali dengan aman sekaligus menjaga kesatuan wilayah Suriah.

Ankara ingin membersihkan unsur-unsur teroris PKK dan cabang Suriahnya, PYD/YPG, dari wilayah tersebut.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK—yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa—bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA