PBB: Pasukan Israel lukai 30 jurnalis selama meliput aksi protes

Sejak 22 Maret, pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional berlanjut di Palestina yang diduduki, kata pejabat HAM PBB

PBB: Pasukan Israel lukai 30 jurnalis selama meliput aksi protes

ANKARA

Badan hak asasi manusia PBB pada Senin mengatakan bahwa pasukan Israel telah melukai 30 wartawan yang meliput aksi protes di Gaza sejak 22 Maret.

"30 jurnalis yang meliput protes terluka oleh tentara Israel," kata Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet dalam sebuah pernyataan yang merujuk pada protes di sepanjang pagar pembatas Israel-Gaza.

Sejak dimulainya protes Great March of Return pada Maret 2018, total empat wartawan Anadolu Agency juga menjadi korban luka, dua di Gaza dan dua di Tepi Barat.

Pada periode yang sama, dua jurnalis yang bekerja di organisasi media lain di Gaza juga terbunuh.

Bachelet mengatakan pelanggaran berlanjut sejak Resolusi PBB 40/13 diadopsi pada 22 Maret tahun ini.

Resolusi itu memastikan pertanggungjawaban dan keadilan bagi semua pelanggaran hukum internasional di wilayah pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur.

"Pelanggaran serius terhadap hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional terus berlanjut di Wilayah Pendudukan Palestina pada periode ini, termasuk dalam konteks protes sipil skala besar di Gaza," kata pernyataan itu.

Bachelet mengatakan Israel menggunakan gas air mata, peluru berlapis karet meriam air, perangkat suara serta amunisi langsung yang ditembakkan ke arah para demonstran.

"Sebagai akibat langsung, sejak 22 Maret 2019, 13 warga Palestina, termasuk lima anak-anak, terbunuh," ujar dia.

Bachelet mengatakan ratusan lainnya, termasuk petugas kesehatan dan jurnalis, juga terluka.

"Banyak yang menderita cacat permanen, termasuk 20 orang yang telah menjalani amputasi, dua orang lumpuh dan enam orang kehilangan penglihatan di satu matanya secara permanen," ungkap dia.

Bachelet menambahkan bahwa 13 kematian sejak 22 Maret itu terjadi menyusuk pembunuhan 189 warga Palestina selama 12 bulan sebelumnya.

Sejak unjuk rasa Gaza dimulai pada Maret tahun lalu, hampir 270 pengunjuk rasa tewas dan ribuan lainnya terluka akibat serangan pasukan Israel yang dikerahkan di dekat zona penyangga.

Demonstran menuntut diakhirinya 12 tahun blokade Israel di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan ekonomi dan merampas kebutuhan pokok dari dua juta penduduknya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA