Palestina kecam serangan Israel ke Al-Aqsa

Pada Minggu, Menteri Pertanian Israel Uri Ariel dan puluhan pemukim memaksa masuk ke kompleks Al-Aqsa

Palestina kecam serangan Israel ke Al-Aqsa

RAMALLAH, Palestine

Pemerintah Palestina mengecam serangan yang dilakukan oleh menteri-menteri dan para pemukim Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur pada Minggu.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara pemerintah Youssef al-Mahmoud menggambarkan serangan itu sebagai bagian dari skema Israel untuk memanaskan wilayah tersebut dengan memicu perang agama.

Dia juga menggambarkan serangan yang terjadi berulang kali itu sebagai kejahatan neraka.

Pada Minggu, Menteri Pertanian Israel Uri Ariel dan puluhan pemukim Israel memaksa masuk ke kompleks Al-Aqsa.

Bagi umat Muslim, Al-Aqsa mewakili situs paling suci ketiga di dunia.

Sementara orang Yahudi merujuk daerah tersebut sebagai "Gunung Bait Suci," mengklaim bahwa itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama Perang Timur Tengah 1967.

Israel Secara resmi mencaplok seluruh kota pada 1980, mengklaimnya sebagai ibu kota dalam langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Pada akhir 2015, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melarang menteri dan anggota parlemen memasuki kompleks Al-Aqsa dalam upaya untuk menenangkan ketegangan di Tepi Barat yang diduduki Israel, menyusul serangan yang dilakukan berulang kali oleh pemukim Yahudi di situs tersebut.

Namun pada Juni, Netanyahu mencabut larangan tersebut, yang kemudian memungkinkan anggota Knesset (parlemen Israel) untuk mengunjungi kompleks tersebut setiap tiga bulan sekali.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA