Pakistan desak AS dan Taliban lanjutkan perundingan damai

Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan tidak ada solusi militer untuk konflik di Afghanistan

Pakistan desak AS dan Taliban lanjutkan perundingan damai

ISLAMABAD, Pakistan

Pakistan mendesak Amerika Serikat dan Taliban untuk kembali melanjtkan perundingan damai karena solusi militer untuk konflik di Afghanistan tidak bisa diterima.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan bahwa pihaknya telah mengetahui tentang pembatalan pertemuan Presiden Trump dengan Taliban dan perwakilan Pemerintah Afghanistan di Kamp David.

Juru bicara kementerian Mohammad Faisal mengatakan Pakistan telah lama mengutuk kekerasan dan meminta semua pihak untuk menahan diri dan berkomitmen untuk mengejar proses tersebut.

"Pakistan akan terus memantau perkembangan dan menegaskan kembali sikap kebijakan berprinsipnya bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik di Afghanistan dan mendesak agar kedua belah pihak harus kembali terlibat untuk menemukan perdamaian," ujar Faisal.

Dia menambahkan bahwa Pakistan telah memfasilitasi proses perdamaian dan rekonsiliasi dengan itikad baik dan sebagai tanggung jawab bersama serta telah mendorong semua pihak untuk tetap terlibat dengan ketulusan dan kesabaran.

Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump mengatakan para pemimpin Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani secara terpisah datang ke AS pada Sabtu malam untuk menemuinya di Kamp David, Maryland, tetapi Trump mengatakan dia telah membatalkan pertemuan itu.

"Sayangnya, untuk membangun daya tarik palsu, mereka mengakui serangan di Kabul yang menewaskan salah satu prajurit hebat kita, dan 11 orang lainnya," kata cuit Trump di Twitter.

Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan bom di timur Kabul yang menewaskan 12 orang pada Kamis.

"Jika mereka tidak dapat menyetujui gencatan senjata selama pembicaraan damai yang sangat penting ini, dan bahkan akan membunuh 12 orang yang tidak bersalah, maka mereka mungkin tidak memiliki kekuatan untuk menegosiasikan perjanjian yang berarti," tambah Trump.

Sebagai reaksi, Taliban memperingatkan AS soal konsekuensi dan mengatakan bahwa mereka akan melanjutkan pertempuran.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid menyalahkan AS dan pasukan keamanan Afghanistan karena telah membunuh puluhan warga sipil.

Dia menyebut pencabutan pembicaraan damai sebagai kurangnya pengalaman dan kesabaran di pihak Trump, menambahkan bahwa AS pada akhirnya akan kembali ke perjanjian.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA