OKI desak Sri Lanka pastikan keselamatan warga Muslim

OKI menekankan bahwa pihaknya memantau dari dekat terhadap serangan yang menargetkan kaum Muslim di berbagai daerah di Sri Lanka

OKI desak Sri Lanka pastikan keselamatan warga Muslim

JEDDAH

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mendesak pemerintah Sri Lanka untuk memastikan keselamatan dan keamanan umat Islam di negara tersebut.

OKI menekankan bahwa pihaknya memantau dari dekat terhadap serangan yang menargetkan kaum Muslim di berbagai daerah di Sri Lanka.

Pernyataan itu menyerukan pemerintah Sri Lanka untuk memastikan keamanan dan keamanan populasi Muslim, serta memerangi kekerasan, gelombang ekstremisme dan meningkatnya ujaran kebencian dalam masyarakat.

Dalam pernyataannya yang dirilis bulan lalu, OKI mengutuk serangan terhadap gereja dan hotel di berbagai bagian di Sri Lanka.

Kelompok-kelompok anti-Islam pada Rabu pagi membakar sebuah pabrik milik warga Muslim di bagian utara Kolombo, ibu kota Sri Lanka.

Pemerintah Provinsi Barat Laut memberlakukan larangan keluar rumah setelah insiden pembunuhan seorangan warga Muslim berusia 45 tahun yang ditikam pisau dan benda tajam lainnya di kota Puttalam.

Pihak berwenang hingga kini telah menangkap 74 orang, termasuk tiga pemimpin NGO yang terlibat dalam peristiwa kekerasan atau melakukan ujaran kebencian sehingga mendorong orang lain melakukan kejahatan di kota Minuwango, Matara dan Puttalam.

Setelah serangan teroris pada hari Paskah lalau, kelompok-kelompok anti-Islam menghancurkan masjid dan toko-toko di kota Chilaw minggu lalu.

Sri Lanka memblok jaringan social media dan aplikasi pesan digital, termasuk Facebook dan WhatsApp setelah ketegangan di negara itu meningkat.

Delapan ledakan serentak yang menargetkan gereja dan hotel di dan luar ibu kota Kolombo menewaskan setidaknya 253 orang pada Minggu Paskah.

Serangan bom itu menghantam gereja-gereja di Kota Kochchikade, Negombo, dan Batticaloa, serta Hotel Kingsbury, Cinnamon Grand, dan Shangri La di Kolombo.

Serangan bom bensin menyusul terjadi di sebuah masjid di sebelah barat laut Distrik Puttalum dan pembakaran dua toko milik Muslim di Distrik Kalutara pada Minggu malam, menurut laporan polisi.

Sri Lanka telah menyatakan 23 April sebagai hari berkabung nasional.

Sebagian besar korban adalah orang Sri Lanka, meskipun pihak berwenang mengatakan setidaknya 38 orang asing juga tewas.

Mereka termasuk dua warga negara Turki, selain turis dari Inggris, AS, Australia, India, Cina, Denmark, Belanda dan Portugal.

Kelompok teroris Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA