Menlu Montenegro: Kami bukan satelit Serbia

Negara Balkan Barat, Montenegro, mengikuti kebijakannya sendiri dalam mendukung Kosovo dan perdamaian regional, kata Srdjan Darmanovic

Menlu Montenegro: Kami bukan satelit Serbia

BELGRADE, Serbia

Menteri Luar Negeri Montenegro menegaskan bahwa negaranya bukan satelit Serbia, negara tetangganya yang lebih besar.

Berbicara kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara eksklusif, Srdjan Darmanovic mengomentari penolakan terhadap dukungan Montenegro untuk Kosovo di lembaga internasional, mengatakan bahwa mereka mengikuti kebijakan mereka sendiri.

"Tanggapan ini muncul dari mereka yang melihat Montenegro sebagai bagian dari Serbia atau satelit Serbia. Kami bukan keduanya. Kami adalah teman dari Serbia dan negara-negara lain di kawasan ini. Kami mengikuti kebijakan dan jalur kami sendiri," ujarnya.

"Kami mendukung partisipasi Kosovo di lembaga-lembaga internasional," tambahnya, menggarisbawahi bahwa Montenegro adalah salah satu negara yang mengakui kemerdekaan Kosovo.

Kosovo menyatakan kemerdekaannya dari Serbia pada 2008, tetapi Beograd bersikeras bahwa negara itu tetap menjadi bagian dari Serbia.

Sejak itu, ketegangan terus terjadi antara mayoritas etnik-Albania Kosovo dan minoritas kecil Serbia di utara.

Kemerdekaan Kosovo diakui oleh lebih dari 100 negara, termasuk AS, Inggris, Prancis, Jerman, dan Turki.

Montenegro mendukung Makedonia dan Bosnia

Darmanovic mengatakan bahwa Montenegro akan terus berinvestasi dalam perdamaian dan stabilitas regional.

"Jika tetangga kita tidak baik, saya tidak percaya situasi kita akan baik juga, jadi kita perlu melakukan yang terbaik untuk membantu tetangga kita," katanya.

Sang menteri luar negeri mengatakan bahwa Montenegero berusaha keras mengundang Makedonia untuk bergabung dengan NATO dan rencana nasional tahunan NATO untuk Bosnia dan Herzegovina.

"Perdamaian dan stabilitas regional Montenegro akan mempromosikan hubungan bertetangga yang baik," tambahnya.

Dia menyesalkan masalah Serbia dengan banyak negara regional lainnya.

"Presiden Serbia Aleksandar Vucic dan pemerintah saat ini bekerja keras untuk meningkatkan hubungan regional. Tetapi sekarang ada kecenderungan yang berbeda. Ini tidak baik. Serbia adalah salah satu mitra dagang penting kami," kata Darmanovic.

Montenegro adalah salah satu negara terkecil di Eropa, dengan populasi sekitar 600.000 orang.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA