Jokowi diprediksi menang karena dukungan partai

The Economist Intelligence Unit mengatakan, jika Prabowo Subianto berhasil meraih kursi kepresidenan maka kebijakan di Indonesia akan berubah menjadi lebih populis

Jokowi diprediksi menang karena dukungan partai

JAKARTA

Laporan The Economist Intelligence Unit (EIU) yang diluncurkan Kamis, menyebutkan bahwa calon presiden petahana, Joko Widodo akan memenangkan pemilihan presiden 17 April mendatang karena dukungan yang kuat dari partai-partai koalisi.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Presiden Jokowi berhasil menciptakan stabilitas makroekonomi dan meningkatkan akses masyarakat ke pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Beragam proyek infrastruktur yang dilakukan bertahap untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antardaerah juga akan menghasilkan dukungan besar saat pemungutan suara, ujar laporan yang dipublikasikan, Kamis.

Analis The Economist Intelligence Unit Anwita Basu mengatakan, “terpilihnya Jokowi untuk yang kedua kali akan memastikan reformasi berkelanjutan ke lingkungan bisnis selama lima tahun ke depan.”

Menurut dia, ancaman utama bagi Jokowi – panggilan Joko Widodo – adalah upayanya menjangkau kelompok-kelompok Islam konservatif dinilai kurang berhasil, serta kegagalannya memperbaiki catatan hak asasi manusia.

“Ini akan menggerogoti basis utama dukungannya,” ujar Anwita.

Menurut laporan ini, Jokowi kehilangan antusiasme dukungan dari kelompok muda dan golongan minoritas seperti yang dia peroleh pada 2014.

Menurut laporan ini, jika lawan Jokowi, Prabowo Subianto berhasil meraih kursi kepresidenan maka kebijakan di Indonesia akan berubah menjadi populis.

Anwita Basu mencatat, "Resep kebijakan Prabowo dapat mengancam stabilitas makroekonomi Indonesia, dan pendekatan proteksionismenya akan menghalangi investor asing."

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA