Indonesia sosialisasikan penyelenggaraan pemilu ke 170 negara

Sosialisasi ini sekaligus untuk menginformasikan bahwa Indonesia juga menggelar pemilu bagi WNI di sejumlah negara

Indonesia sosialisasikan penyelenggaraan pemilu ke 170 negara

JAKARTA 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mensosialisasikan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 kepada duta besar dan perwakilan dari 170 negara yang bertugas di Indonesia.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan sosialisasi ini sekaligus untuk menginformasikan bahwa Indonesia juga menggelar pemilu bagi WNI di sejumlah negara.

“Kita harapkan dengan ini diinformasikan ke sana, pihak negara setempat bisa membantu Indonesia untuk proses penyelenggaraan pemilu supaya jauh lebih mudah,” kata Arief di Jakarta, Selasa.

Arief mencontohkan otoritas Hongkong telah mengizinkan pelaksanaan pemilu bagi WNI di luar wilayah KBRI.

Namun masih ada negara yang belum memberi izin agar pemilu bisa diselenggarakan di luar KBRI, seperti di Malaysia.

Arief mengatakan otoritas Malaysia hanya memperkenankan pemilu di luar wilayah KBRI dengan menggunakan kotak suara keliling, sehingga tempat pemilihan suara (TPS) hanya ada di KBRI.

KPU menyiapkan tiga metode pemungutan suara di luar negeri yakni melalui penyediaan TPS, kotak suara keliling, dan pengiriman via pos.

Proses pemungutan suara WNI melalui pos telah dimulai sejak 8 Maret 2019 lalu.

KPU mencatat ada sekitar dua juta pemilih WNI di 98 negara.

Pemilih WNI terbanyak ada di Malaysia sebanyak 1,1 juta pemilih, kemudian Taiwan, Arab Saudi, dan Hongkong.

Untuk pelaksanaan pemilu di Indonesia, KPU juga melibatkan pemantau asing dari 33 negara untuk turut serta memantau pemilu pada 15-18 April mendatang.

Para pemantau asing akan diberi penjelasan mengenai sistem dan masalah-masalah penting dalam pemilu di Indonesia.

Duta Besar Srilanka untuk Indonesia Dharsana M Perera, yang juga akan berpartisipasi sebagai pemantau pemilu, mengatakan dirinya akan terlibat pada proses pemantauan pemilu.

Dia menuturkan Ketua Komisi Pemilihan Umum Srilanka juga akan hadir untuk ikut memantau proses Pemilu Indonesia.

“Kami akan melihat berbagai aspek bagaimana pemilihan dilakukan mulai dari tempat pemungutan suara sampai bagian penghitungan suara,” ujar Perera.

Perera mengatakan pihaknya yakin penyelenggaraan Pemilu Indonesia akan berjalan transparan dan berintegritas.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA