ICC ganjar 30 tahun hukuman penjara ke pemimpin pemberontak Kongo

ICC menyatakan Bosco Ntaganda bersalah atas 18 tuduhan termasuk kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang 2002-2003 di Republik Demokratik Kongo (DRC)

ICC ganjar 30 tahun hukuman penjara ke pemimpin pemberontak Kongo

ANKARA

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag menjatuhkan hukuman penjara selama 30 tahun kepada pemimpin pemberontak Kongo Bosco Ntaganda, yang juga dikenal sebagai "Terminator".

"Waktu yang dihabiskan Ntaganda di tahanan di ICC - mulai 22 Maret 2013 hingga 7 November 2019 - akan dikurangkan dari hukuman ini," kata ICC dalam sebuah pernyataan.

Pada 8 Juli, ICC menyatakan Ntaganda bersalah atas 18 tuduhan termasuk kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang 2002-2003 di Republik Demokratik Kongo (DRC).

Ntanganda menyerahkan diri ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kigali, Rwanda, pada 2013, kemudian meminta dipindahkan ke ICC di Den Haag.

Dia merupakan wakil kepala staf dan komandan operasi Union of Congolese Patriots (UPC), sebuah kelompok bersenjata terorganisir yang terlibat dalam dua konflik di Provinsi Ituri di Kongo pada 2002-2003.

“Hukuman bagi Bosco Ntaganda mengirimkan pesan kuat bahwa orang yang paling tak "tersentuh" sekalipun, suatu hari nanti pasti bisa dimintai pertanggungjawabannya. Mereka harus mendapat hukuman setimpal dengan penderitaan yang dirasakan para korban," kata Ida Sawyer, wakil direktur Afrika untuk Human Rights Watch dalam sebuah pernyataan.

“Ntaganda adalah orang pertama yang dihukum di ICC karena perbudakan seksual sekaligus orang pertama yang dihukum di ICC atas kekerasan seksual yang dilakukan terhadap pasukannya sendiri,” ungkap Andrew Stroehlein, direktur media Eropa dari Human Rights Watch lewat Twitter.



TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA