HRW tuding pasukan KRG siksa tahanan anak

Pasukan KRG di fasilitas tahanan Asayish memaksa anak-anak untuk "mengakui keterlibatan mereka" dalam kegiatan Daesh

HRW tuding pasukan KRG siksa tahanan anak

BAGHDAD

Sebuah kelompok pejuang hak asasi manusia menuding pasukan keamanan di wilayah Kurdi, di utara Irak, menyiksa anak-anak.

Lewat sebuah pernyataan, Human Rights Watch (HRW) mengatakan pasukan Pemerintah Regional Kurdi (KRG) memaksa anak-anak untuk "mengakui keterlibatan mereka" dalam kegiatan organisasi teroris Daesh.

Menurut laporan HRW, pasukan keamanan KRG di Asayish, "memukul bahkan menyengat anak-anak" dalam tahanan mereka.

"Sudah hampir dua tahun setelah KRG berjanji untuk menyelidiki penyiksaan terhadap tahanan anak, namun penyiksaan masih terjadi hingga hari ini," kata Jo Becker, direktur advokasi hak anak-anak HRW.

"Otoritas Kurdistan harus segera mengakhiri penyiksaan tahanan anak dan menyelidiki mereka yang bertanggung jawab," kata dia lagi.

HRW mengungkapkan di antara 23 anak yang diwawancarai oleh kelompok tersebut, 16 anak mengakui bahwa satu atau lebih petugas di fasilitas Asayish menyiksa mereka selama interogasi, dengan memukuli tubuh mereka menggunakan pipa plastik, kabel listrik, atau tongkat.

"Tiga anak lelaki mengatakan petugas menggunakan kejutan listrik. Yang lainnya diikat dalam posisi "kalajengking" hingga dua jam," tambah Becker.

Menurut anak-anak itu, penyiksaan berlanjut selama beberapa hari berturut-turut, dan baru berakhir jika mereka mengaku terlibat dengan Daesh.

Pada musim panas tahun 2014, Daesh menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat Irak.

Setelah berperang selama tiga tahun, pada 2017, pemerintah Irak akhirnya menyatakan bahwa kehadiran militer Daesh di Irak sudah berakhir. 


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA