Dada Belum Mau Bicara Sanksi Soal Bangunan di Bantaran Sungai

Oleh M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJABAR.COM Walikota Bandung, Dada Rosada mengaku belum bisa melaksanakanperaturan tentang pembangunan di bantaran sungai. Walau diakuinya bahwa bangunan di bibir sungai berpotensi menyebabkan tercemarnya sungai bahk

Dada Belum Mau Bicara Sanksi Soal Bangunan di Bantaran Sungai

Oleh : M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJABAR.COM: Walikota Bandung, Dada Rosada mengaku belum bisa melaksanakanperaturan tentang pembangunan di bantaran sungai. Walau diakuinya bahwa bangunan di bibir sungai berpotensi menyebabkan tercemarnya sungai bahkan termasuk daerah yang rawan bencana. [caption id="attachment_9731" align="aligncenter" width="460"] Walikota Kota Bandung, Dada Rosada (Foto: M Jatnika Sadili)[/caption] Hal itu diutarakannya seusai meninjau berapa lokasi yang terkena dampak banjir hingga rusak parah. Seperti di Kecamatan Antapani serta Kelurahan Maleer dan Kelurahaan Gemuruh yang keduannya berada di Kecamatan Batununggal pada Senin (24/12) “Saat ini bangunan di bantaran sungai berdiri di atas tanah rakyat atau tanah pemerintah, bukan milik perseorangaan. Seharusnya jarak bangunan ke bibir sungai selebar 12 meter namun yang kita temukan tadi tidak seperti itu,” ujar Dada kepada wartawan di, Kelurahan Gemuruh, Kecamatan Batununggal. Dada menjelaskan untuk saat ini pihaknya tidak bisa berbicara melanggar atau tidak. Karena saat ini masyarakat tersebut dalam kondisi terkena bencana. Sehingga tindakan yang diambil berusaha memperbaiki serta membantu warga masyarakat yang terlanda musibah. “Nah kedepan bagimana mengingatkan masyarakat bahwa setelah rumah-rumah ini diperbaiki bisa kembali rusak jika hujan deras dan banjir kembali terjadi. Hari ini saya dengan bapak ketua DPRD, pak Sekda melihat rumah-rumah yang berada di pinggir sungai yang tidak punya ijin bangunan, katakanlah melanggar,” pungkasnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA