Bertemu PKS, Nasdem tepis jadi oposisi

Ketua Umum DPP Nasdem Surya Paloh mengatakan partainya tetap berada dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo

Bertemu PKS, Nasdem tepis jadi oposisi

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menepis analisa partainya akan menjadi oposisi usai melakukan pertemuan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketua Umum DPP Nasdem Surya Paloh mengatakan partainya tetap menjadi pendukung Presiden Joko Widodo dan berada dalam koalisi pemerintahan.

“Apa yang salah dengan [pertemuan] PKS? Kita saling menghormati,” kata Paloh dalam pertemuan dengan para pimpinan redaksi media di Kantor DPP Nasdem pada Kamis di Jakarta.

Paloh mengatakan walaupun PKS berada di oposisi tidak menutup jalan bagi Nasdem untuk berdialog tentang gagasan-gagasan besar kebangsaan.

Menurut Paloh, Nasdem dan PKS saling menghormati atas pilihan politiknya masing-masing.

“Tidak semua masalah dapat diselesaikan dalam rapat, kadang-kadang bisa kita selesaikan dengan duduk bersama dan ngopi,” terang Paloh.

Paloh mengatakan partainya saat ini sedang menikmati kursi pemerintahan setelah Joko Widodo terpilih kembali sebagai presiden.

Paloh menegaskan kader-kader partainya telah berjuang keras untuk memenangkan Presiden Joko Widodo.

Nasdem, lanjut Paloh, juga telah mendukung Presiden Joko Widodo pada periode 2014-2019.

Namun demikian, Paloh juga menyampaikan bahwa demokrasi tetap memerlukan oposisi sebagai sarana check and balances.

“Saya memang katakan, demokrasi tetap memerlukan proses check and balance. Ketika itu tidak hadir, demokrasi akan rusak,” terang Paloh.

Paloh juga mengatakan jika semua partai bergabung ke pemerintahan, maka Nasdem akan menjadi oposisi.

Namun, kata Paloh, pernyataan itu tak dapat diartikan partainya akan mengambil jalan oposisi.

“Kita sedang menikmati berada dalam pemerintahan,” kata dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA