Anggota Kongres AS: Muslim, Yahudi harus bersatu lawan kebencian

Banyak yang menargetkan komunitas Yahudi dengan anti-Semitisme dan menargetkan komunitas Muslim dengan Islamofobia, kata Ilhan Omar

Anggota Kongres AS: Muslim, Yahudi harus bersatu lawan kebencian

WASHINGTON

Anggota kongres Amerika Serikat Ilhan Omar pada Rabu mengatakan komunitas Muslim dan Yahudi perlu bersatu melawan kebencian yang disebabkan oleh supremasi kulit.

"Kami tahu bahwa banyak orang menargetkan komunitas Yahudi dengan anti-Semitisme dan menargetkan komunitas Muslim dengan Islamofobia," kata Omar dalam sebuah wawancara dengan program radio Democracy Now.

"Jadi kita harus bekerja sama secara kolektif untuk mengangkat suara kita dan mengatakan tidak untuk kebencian. Kita tahu bahwa kedua komunitas kita di Amerika Serikat ini menjadi target para supremasi kulit putih," tambah dia.

Menurut survei yang dilakukan Pew Research Center awal bulan ini, mayoritas warga AS mengaku bahwa Muslim menghadapi diskriminasi, sementara jumlah orang yang mengatakan umat Yahudi menghadapi diskriminasi berlipat ganda sejak 2016.

Pada Sabtu, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di sebuah sinagog di California, menyebabkan satu orang tewas dan tiga lainnya terluka.

Seorang pengguna internet, dengan nama yang sama dengan tersangka John Earnest, mengunggah pesan anti-Semit pada hari sebelumnya.

Pesan tersebut serupa, dalam gaya dan nadanya, dengan tulisan yang diunggah oleh Brandon Tarrant, pelaku serangan teror masjid di Selandia Baru yang menewaskan 50 jemaah pada Maret.

"Kami tahu kaum konservatif melakukan segala yang mereka bisa untuk menjauhkan diri, untuk memberi tahu publik tentang monster yang mereka dukung, yang sekarang menyebabkan kerusakan di masjid dan sinagog," kata Omar.

"Jika kita tidak secara kolektif menyadari kenyataan itu, maka kita akan menderita karenanya," tambah dia.

Omar, yang merupakan salah satu dari dua perempuan Muslim pertama yang terpilih untuk Kongres tahun ini, menghadapi banyak serangan Islamofobik sejak menjabat, termasuk ancaman terhadap nyawanya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA