WZF dan UNDP teken MoU terkait pemanfaatan zakat untuk SDGs

Sekretaris Eksekutif WZF, Irfan Syauqi Beik mengatakan MoU ini bisa menjadi payung kerja sama bagi badan zakat di negara-negara anggota WZF dengan UNDP

WZF dan UNDP teken MoU terkait pemanfaatan zakat untuk SDGs

World Zakat Forum (WZF) dan United Nations Development Program (UNDP) meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mengoptimalkan peran zakat dalam mencapai sustainable development goals (SDGs).

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal WZF, Bambang Sudibyo dan perwakilan UNDP Indonesia, Cristophe Bahuet dalam konferensi internasional WZF di Bandung, Jawa Barat pada Selasa.

Bahuet mengatakan kerja sama ini dapat meningkatkan peran zakat untuk mengurangi kemiskinan di dunia dan dapat mencapai tujuan SDGs yang ditargetkan.

Apalagi UNDP memiliki jaringan di seluruh negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI).

“Dengan jaringan globalnya, basis pengetahuan lokal dan dukungan terhadap pengembangan keuangan Islam, UNDP memiliki lokasi yang baik untuk bermitra dengan anggota WZF,” kata Bahuet di Bandung, Selasa.

Sekretaris Eksekutif WZF, Irfan Syauqi Beik mengatakan MoU ini bisa menjadi payung kerja sama bagi badan zakat di negara-negara anggota WZF dengan UNDP.

Pemanfaatan zakat seperti ini, kata Irfan, pernah dilaksanakan lewat kerja sama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan UNDP Indonesia.

Salah satu contohnya yakni proyek pembangkit listrik dengan energi terbarukan untuk 803 rumah tangga di empat desa di Jambi. Proyek ini telah memberi manfaat bagi hampir 5.000 orang pada 2017.

Menurut Irfan, kehadiran listrik kemudian menstimulasi perkembangan ekonomi dan produktivitas di masyarakat tersebut.

“Bahkan mereka sekarang sudah punya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menghasilkan Rp24 juta sampai Rp30 juta per bulan,” kata dia.

Selain itu, ada juga inisiatif untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana di Lombok dan Palu setelah bencana 2018.

WZF berharap negara-negara anggota SDGs bisa mereplikasi program-program serupa, tidak hanya pada bidang ekonomi, namun juga di bidang pendidikan, pencegahan stunting, dan lain-lain.

MoU ini sekaligus menghapus keraguan beberapa pihak terkait pemanfaatan zakat untuk program-program seperti SDGs.

“Baznas sudah menerbitkan buku Fiqih zakat dalam SDGs. Kita harap negara lain bisa melakukan hal yang sama, sehingga bisa dipercepat pencapaian SDGs lewat pendistribusian zakat,” kata Irfan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA