Wapres: Pengelolaan zakat perlu dioptimalkan lewat teknologi digital

Menurut Ma’ruf, Indonesia memiliki potensi zakat hingga Rp230 triliun, namun sejauh ini baru 3,5 persen atau sekitar Rp8 triliun

Wapres: Pengelolaan zakat perlu dioptimalkan lewat teknologi digital

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin meminta lembaga pengelola zakat memanfaatkan teknologi digital yang bisa mengoptimalkan pengelolaan zakat di Indonesia.

Menurut Ma’ruf, Indonesia memiliki potensi zakat hingga Rp230 triliun, namun sejauh ini baru 3,5 persen atau sekitar Rp8 triliun. Dalam lima tahun terakhir potensi zakat Indonesia tumbuh 24 persen.

“Meski tumbuh cukup baik, tapi masih jauh sehingga perlu terobosan-terobosan yang efektif,” kata Ma’ruf dalam Konferensi Internasional World Zakat Forum di Bandung, Selasa.

Dia meminta Badan Amil Zakat dan Lembaga Amil Zakat memanfaatkan infrastruktur digital yang ada untuk memaksimalkan potensi zakat tersebut.

Pemanfaatan teknologi pada zakat bisa meningkatkan transparansi pengelolaan, mempermudah penggalangan zakat, serta mempermudah pengawasan penyaluran zakat.

Selain itu, juga bisa meningkatkan kepercayaan publik untuk menyalurkan zakat lewat lembaga-lembaga resmi.

Dia mengatakan zakat yang dikelola secara baik bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi zakat itu tidak hanya diterima, tapi juga mampu mendorong pemberdayaan masyarakat, meningkatkan produktivitas dan ujungnya adalah mengurangi kemiskinan,” tutur Ma’ruf.

Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Internasional World Zakat Forum (WZF) 2019.

Konferensi bertema “Optimizing Global Zakat Role Through Digital Technology” ini dihadiri oleh perwakilan badan zakat dan pemerintah dari 28 negara tersebut. Negara-negara yang hadir antara lain Turki, Malaysia, Kamboja, Kuwait, Qatar, Australia dan Maladewa.

Salah satu tujuan dari konferensi ini ialah menghasilkan resolusi yang baik dalam mengoptimalkan peran zakat global melalui teknologi digital.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA