Uighur dirikan masjid bagi korban tsunami di Lampung

Pendirian tempat ibadah yang dinamakan “Masjid Persahabatan” ini dilakukan oleh Majelis Nasional Turkistan Timur bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Uighur dirikan masjid bagi korban tsunami di Lampung

Kelompok Uighur yang berbasis di Turki mendirikan masjid bagi korban tsunami Lampung di Way Muli, Rajabasa, Lampung Selatan. 

Pendirian tempat ibadah yang dinamakan “Masjid Persahabatan” ini dilakukan oleh Majelis Nasional Turkistan Timur bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur Sayyit Tumturk mengatakan pendirian masjid ini dilakukan sebagai kepedulian diaspora Uighur terhadap korban tsunami yang menghempas Selat Sunda pada 2018 lalu.

“Kami datang ke Indonesia untuk melihat kembali saudara-saudara kami yang menjadi korban tsunami,” ujar Tumturk dalam keterangannya pada Jumat.

Tumturk mengatakan bangsa Indonesia adalah warga yang memiliki kepeduliaan terhadap nasib etnis Uighur.

Tumturk masih ingat bagaimana ribuan warga Indonesia menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar China pada Desember 2018 untuk menghentikan persekusi terhadap etnis Uighur.

“Saya atas nama 35 juta warga Uighur dunia, mengucapkan terima kasih kepada ACT dan kepada seluruh muslim Indonesia, yang telah mengambil tanggung jawab umat ini, dan menjadi contoh seluruh umat muslim di dunia,” jelas Tumturk.

Syuhelmaidi Syukur, Senior Vice President ACT, mengapresiasi kepedulian masyarakat Uighur terhadap korban tsunami di Indonesia.

Dia mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut mendoakan etnis Uighur guna mendapatkan kebebasan beribadah di Xinjiang, China.

"Tahun lalu beliau datang ke Indonesia, beliau menyempatkan hadir untuk menjenguk saudara kita yang tertimpa tsunami baik di Banten maupun di Lampung dan memberikan bantuan untuk saudara-saudara kita,” kata Syuhelmaidi.

Dalam peresmian ini, Kabupaten Lampung Selatan menyampaikan terima kasih atas sumbangan Uighur terhadap masjid persahabatan yang telah dibangun.

“Mudah-mudahan masjid ini dapat bermanfaat, dapat memberikan motivasi kepada kita semua, terutama ibadah salat. Sehingga, masjid ini benar-benar mempunyai nilai,” Burhanudin selaku Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Pemasyarakatan Lampung Selatan.

Pada 22 Desember 2018, peristiwa tsunami yang disebabkan oleh letusan Anak Krakatau di Selat Sunda menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung, Indonesia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan lebih dari 400 korban tewas akibat peristiwa tersebut.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA