TNI ubah format lomba tembak se-ASEAN (AARM) 2019

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman mengatakan gelaran lomba tembak Angkatan Darat se-ASEAN ini tidak lagi menggunakan sistem kompetisi antar kontingen negara

TNI ubah format lomba tembak se-ASEAN (AARM) 2019

JAKARTA

Indonesia mengubah format pelaksanaan lomba tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2019.

Format yang digunakan oleh TNI berbeda dari lomba tembak sebelumnya.

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman mengatakan gelaran lomba tembak Angkatan Darat se-ASEAN ini tidak lagi menggunakan sistem kompetisi antar kontingen negara.

Dalam lomba kali ini, format baru yang diterapkan adalah gabungan dari keseluruhan 10 Angkatan Darat negara ASEAN yang dibagi dalam empat tim, yaitu Aligator, Cheetah, Bear, dan Dragon.

Seperti yang disampaikan dalam rilis resmi TNI AD, Wakasad Tatang Sulaiman mengatakan format baru pada lomba tembak AARM 2019 ini mengedepankan kebersamaan serta kerja sama tim seluruh peserta.

Para petembak sepuluh Angkatan Darat Negara ASEAN yang akan berlaga , meliputi Indonesia, Malaysia, Brunei Darusalam, Philipina, Kamboja, Vietnam, Thailand, Singapura, Myanmar dan Laos.

“Event tahunan Ini lebih dari sekadar kerja sama militer di antara negara ASEAN, ini adalah wujud semangat kebersamaan, kegembiraan, serta antusiasme yang menyeruak dari jiwa kita selaku prajurit untuk menunjukkan skill dan kebanggaan yang kita miliki, “ ujar Wakasad pada Rabu.

"Jadi seluruh kontingen peserta nantinya punya kebanggan, mereka dapat membawa pulang trofi dan medali, inilah bentuk kebersamaan yang kita wujudkan dalam Lomba Tembak AARM 29/2019 ini, " tambah Wakasad.

Materi yang dipertandingkan pada Lomba Tembak AARM 29/2019 ini meliputi pistol putra dan putri, Senjata Otomatis (SO), karaben dan senapan.

Sejak tahun 1991, TNI AD berhasil menjadi Juara Umum pada lomba tembak AARM sebanyak 13 kali.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA