Tersangka Dwi Irianto terima Rp115 Juta terkait pengaturan skor pertandingan PSMP

Dwi Irianto alias ‘Mbah Putih’ dan Vigit Waluyo sepakat memenangkan seluruh pertandingan PSMP agar menjuarai Liga 3 dan naik ke Liga 2

Tersangka Dwi Irianto terima Rp115 Juta terkait pengaturan skor pertandingan PSMP

JAKARTA

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyebut tersangka Dwi Irianto alias Mbah Putih menerima uang Rp115 juta dari pemilik klub Persatuan Sepakbola Mojokerto Putra (PSMP) Vigit Waluyo untuk memenangkan kompetisi Liga 3.

Mbah Putih ketika itu merupakan anggota Komite Disiplin Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI).

“Mereka bersekongkol melakukan match fixing terhadap pertandingan sepak bola yang diikuti PSMP,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Jakarta, Senin.

Menurut Dedi, Mbah Putih dan Vigit sepakat memenangkan seluruh pertandingan agar PSMP bisa menjuarai Liga 3 dan mendapat promosi berkompetisi di Liga 2.

“Pola yang dilakukan kelompok mereka, setelah menerima uang langsung menginstruksikan pemain, wasit, dan klub lawan agar PSMP menang terus,” jelas dia.

Penyidik, kata Dedi, akan segera menetapkan Vigit Waluyo sebagai tersangka berdasarkan bukti aliran dana tersebut.

Tim Satuan Tugas Antimafia Bola masih menunggu izin dari Kementerian Hukum dan HAM untuk bisa memeriksa VW yang kini berada dalam tahanan Kejaksaan Negeri Sidoarjo terkait kasus lain.

Polri sejauh ini telah menerima 278 laporan terkait kasus pengaturan skor, namun Dedi menyebut baru 60 laporan yang diinvestigasi oleh Satgas Antimafia Bola.

“Laporan itu beragam ada yang terkait Liga 3, Liga 2, dan Liga 1,” kata dia.

Lebih lanjut, polisi akan memanggil Bendahara Umum PSSI Berlinton Siahaan untuk diperiksa sebagai saksi.

Satgas Antimafia Bola sejauh ini telah menetapkan empat orang tersangka terkait kasus pengaturan skor pertandingan sepak bola.

Keempat tersangka yakni anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto dan puterinya Anik Yuni Artikasari, serta anggota non aktif Komite Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA