Survei PISA: Skor pendidikan Indonesia di bawah rata-rata dunia

Skor Indonesia tercermin dari tingkat pengetahuan dan keterampilan pelajar Indonesia dalam bidang membaca, matematika, dan sains

Survei PISA: Skor pendidikan Indonesia di bawah rata-rata dunia

Survei dari Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menunjukkan bahwa kualitas pendidikan Indonesia berada di bawah rata-rata global.

Hal itu tercermin dari tingkat pengetahuan dan keterampilan siswa Indonesia dalam bidang membaca, matematika dan sains.

Indonesia berada di papan bawah dalam peringkat global dan tertinggal dibandingkan sejumlah negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam, namun berada pada peringkat yang lebih baik dibandingkan Filipina.

Survei ini merupakan bagian dari Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) 2018 terhadap 600 ribu siswa berusia 15 tahun di 79 negara yang diambil setiap tiga tahun oleh OECD.

Tujuannya untuk menilai sejauh mana para siswa memeroleh pengetahuan dan keterampilan utama yang penting untuk partisipasi penuh bagi masyarakat. Penilaian dalam survei fokus pada kemahiran dalam membaca, matematika, sains

Menurut survei yang dirilis pada Selasa, 3 Desember 2019 itu, siswa Indonesia mendapat angka 371 dalam bidang membaca, dimana skor rata-rata global ialah 487.

“Sebanyak 30 persen siswa setidaknya mampu mengidentifikasi ide utama dalam teks dengan panjang sedang, mencari informasi berdasarkan kriteria yang eksplisit meskipun terkadang rumit,” tulis survei tersebut, dikutip pada Rabu.

Hanya sebagian kecil siswa Indonesia yang masuk kategori “top performers” dalam bidang membaca.

Pada bidang matematika, siswa Indonesia kemudian mendapat skor 379, yang juga di bawah angka rata-rata global yakni 489.

Sebanyak 28 Persen siswa di Indonesia dapat menafsirkan situasi sederhana dan merepresentasikannya secara matematis.

Namun hanya satu persen siswa Indonesia yang dapat membuat model situasi yang rumit secara matematis, dan dapat memilih, membandingkan, dan mengevaluasi strategi penyelesaian masalah yang tepat untuk menghadapinya.

Dalam bidang sains, siswa Indonesia mendapat nilai 396, dimana angka rata-rata global adalah 489.

Sebanyak 40 persen siswa Indonesia dapat mengenali penjelasan fenomena ilmiah yang dikenal dan dapat menggunakan pengetahuan itu untuk mengidentifikasi kasus-kasus sederhana.

Hanya sebagian kecil siswa dalam “persentase yang tidak berarti” mampu dapat secara kreatif dan mandiri menerapkan pengetahuan mereka tentang sains ke berbagai situasi, termasuk yang tidak dikenal.

Sedangkan siswa berusia 15 tahun di Malaysia mendapat nilai 415 dalam bidang membaca, 440 dalam bidang matematika, dan 438 dalam bidang sains.

China menempati peringkat teratas dalam survei ini. Sedangkan Singapura menempati posisi kedua sekaligus menjadi yang terbaik di ASEAN.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA