Sekolah diliburkan akibat kabut asap selimuti Riau, Jambi

Jumlah titik panas di Riau meningkat signifikan pada pekan ini

Sekolah diliburkan akibat kabut asap selimuti Riau, Jambi

Kabut asap menyelimuti wilayah Riau seiring memburuknya kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Riau Jim Gafur mengatakan indeks pencemaran udara di Riau pada hari ini masih dalam kategori tidak sehat.

Sekolah telah diliburkan sejak Senin berdasarkan instruksi dari Gubernur Riau. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Masyarakat kami minta menggunakan masker ketika keluar rumah,” kata Jim ketika dihubungi, Selasa.

Kabut asap juga sempat menyebabkan jarak pandang berkisar satu kilometer di Pekanbaru, termasuk di Bandara Sultan Syarif Kasim II. Sejauh ini aktivitas penerbangan tidak terganggu akibat kabut asap.

Jim mengatakan jarak pandang di Pekanbaru membaik setelah siang hari dalam kisaran 4 kilometer.

“Kalau pagi jarak pandang pendek karena bercampur dengan embun jadi kabut agak pekat. Sejak jam 9 pagi sudah terang,” tutur dia.

Selain Riau, Pemerintah Kota Jambi juga meliburkan sekolah akibat kualitas udara memburuk.

Kepala Pelaksana BPBD Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan untuk hari ini indeks pencemaran udara di Jambi dalam kategori sedang.

Arah angin dari selatan menuju tenggara, sehingga asap karhutla di wilayah perbatasan Sumatera Selatan mengarah ke Jambi. Jarak pandang berkisar 8.000 meter.

“Kalau kategori sedang sebetulnya masih aman, tetapi mungkin pemerintah kota punya pertimbangan lain untuk meliburkan sekolah,” kata Bachyuni.

Jumlah titik panas meningkat

Satgas Karhutla Badan Reserse Kriminal Polri mencatat ada peningkatan jumlah titik panas di wilayah Sumatra.

Peningkatan tertinggi berada di Riau dari 104 titik panas pada pekan lalu menjadi 257 titik panas pada hari ini.

Sementara di Sumatra Selatan terpantau peningkatan dari 40 titik panas pada pekan lalu menjadi 143 titik panas pada pekan ini.

“Di wilayah lain juga ada peningkatan, tapi tidak sesignifikan ini,” kata Juru bicara Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo.

BPBD Riau mencatat wilayah yang paling terdampak karhutla yakni Indragiri Hilir, Pelalawan, serta Indragiri Hulu.

Cuaca panas dan angin yang kencang membuat api mudah merambat. Selain itu, lahan gambut di Riau memiliki kedalaman sekitar 5 meter hingga 30 meter dengan sumber air yang terbatas sehingga sulit dipadamkan.

Jim mengatakan petugas gabungan dari BPBD, Polri dan TNI saat ini berupaya memadamkan api melalui udara.

Dia meminta masyarakat untuk turut aktif menginformasikan kepada petugas jika ada titik api, serta tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran seperti membuang puntung rokok sembarangan, membuka lahan dengan pembakaran, serta membuat api unggun.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA