Satu polisi jadi tersangka penembakan mahasiswa UHO Kendari

Polisi belum mengungkap siapa pelaku yang menyebabkan Muhammad Yusuf Kardawi tewas

Satu polisi jadi tersangka penembakan mahasiswa UHO Kendari

Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan seorang polisi berinisial Brigadir AM sebagai tersangka penembakan yang menewaskan mahasiswa Universitas Halu Oleo, Immawan Randi, saat unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara, 26 September 2019.

Brigadir AM merupakan salah satu dari enam polisi yang sempat diberi sanksi disiplin karena membawa senjata api saat mengamankan unjuk rasa mahasiswa.

Kepala Subdirektorat V Direktorat Tindak Pidana Umum Polri, Komisaris Besar Chuzaini Patoppoi mengatakan telah menguji balistik tiga proyektil dan enam selongsong.

Polisi juga telah memeriksa 25 saksi termasuk dokter yang melakukan visum terhadap korban.

“Hasil uji balistik menyimpulkan dua proyektil dan dua selongsong peluru yang diuji identik dengan senjata api jenis HS yang diduga digunakan oleh Brigadir AM,” kata Patoppoi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Menurut Patoppoi, Bareskrim selanjutnya akan memproses kasus Brigadir AM secara pidana.

Tersangka diduga melanggar pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian atau 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kealfaan yang menyebabkan kematian.

“Brigadir AM akan segera ditahan dan berkas perkara segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum,” ujar Patoppoi.

Sementara itu, polisi belum mengungkap siapa pelaku yang menyebabkan Muhammad Yusuf Kardawi tewas. Yusuf juga merupakan mahasiswa UHO yang tewas dalam unjuk rasa yang sama dengan Randi.

Menurut Patoppoi Yusuf tewas bukan karena luka tembak, melainkan akibat luka benda tumpul.

Temuan ini berbeda dengan investigasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) yang menyatakan Yusuf juga tewas akibat tertembak.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA