Ribuan rumah rusak karena gempa Ambon, 108 ribu orang mengungsi

Sebagian pengungsi bukan korban gempa, mereka memilih menetap di pengungsian hingga masa tanggap darurat berakhir pada 9 Oktober 2019

Ribuan rumah rusak karena gempa Ambon, 108 ribu orang mengungsi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku mencatat sebanyak 108.313 orang mengungsi pasca-gempa berkekuatan M 6,5 pada 26 September lalu.

Selain itu, sebanyak 6.184 unit rumah rusak berdasarkan data yang dihimpun hingga Kamis sore.

Sebanyak 1.990 unit di antaranya rusak berat, 1.101 unit rusak sedang, dan 3.093 unit rusak ringan. 56 Unit fasilitas umum juga rusak akibat gempa.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan sebagian warga yang mengungsi bukan korban gempa.

Menurut dia, mereka yang bukan korban belum memahami status “tanggap darurat” yang telah ditetapkan pemerintah setempat.

“Anggapan mereka bahwa selama masa tanggap darurat masyarakat sebaiknya masih di tempat pengungsian,” kata Agus melalui siaran pers, Jumat.

Kondisi itu mengakibatkan banyak pengungsi memilih akan tetap di pengungsian hingga masa tanggap darurat berakhir pada 9 Oktober 2019.

Dia menuturkan penyaluran bantuan logistik melalui posko provinsi dan kabupaten semakin merata.

BNPB sendiri menyiapkan dana siap pakai sebesar Rp1 miliar untuk operasional penanganan darurat.

Sebanyak 5.000 lembar tenda gulung, 3.500 matras dan 5.000 selimut akan diberangkatkan malam ini menuju Maluku.

Terkait dengan pelayanan kesehatan, BNPB mengerahkan 3 unit rumah sakit lapangan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA