Ratusan orang jadi korban penipuan perumahan syariah

Para tersangka menawarkan proyek rumah syariah ini menggunakan brosur serta iklan di situs internet dengan iming-iming tanpa riba, tanpa bunga kredit, dan tanpa proses pengecekan oleh bank

Ratusan orang jadi korban penipuan perumahan syariah

Sebanyak 270 orang menjadi korban penipuan dan penggelapan bermodus pembangunan perumahan syariah dengan kerugian Rp23 miliar.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan kasus penipuan itu terjadi sejak 2015 oleh sebuah perusahaan bernama PT ARM Cipta Mulia.

Polisi telah menangkap empat orang tersangka, yakni AD selaku Direktur Utama, MAA selaku project manager atau marketing, MMD selaku executive project manager atau marketing, serta SM selaku general manager.

Para tersangka menawarkan proyek rumah syariah ini menggunakan brosur serta iklan di situs internet dengan iming-iming tanpa riba, tanpa bunga kredit, dan tanpa proses pengecekan oleh bank.

“Bayangkan tidak ada riba, kamu tidak checking bank, tidak ada bunga kredit, pasti akan sangat menarik korban,” ujar Gatot di Jakarta, Kamis.

Para tersangka juga menunjukkan lokasi-lokasi tempat pembangunan dan melakukan ground breaking.

Selain itu, mereka juga membangun rumah percontohan untuk meyakinkan korban.

Polisi menemukan lima lokasi perumahan yang ditawarkan kepada korban, yakni Perumahan De’ Alexandria Bojong Gede Bogor, Perumahan The New Alexandria Bojong Gede Bogor, Perumahan Cordova Green Living Cikarang Bekasi, Perumahan Hagia Sophia Town House Bandung Jawa Barat, serta Perumahan Pesona Darusalam Lampung.

Para tersangka mengaku menggunakan uang transfer dari korban untuk pembebasan lahan di lima lokasi perumahan.

Namun, hingga saat ini, perumahan yang dijanjikan tak kunjung dibangun. Karenanya, para korban lantas membuat laporan ke pihak kepolisian.

Total uang yang sudah diterima tersangka dari korban yakni Rp23 miliar. Tersangka kini terancam hukuman di atas 20 tahun penjara.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA