Presiden minta para menterinya selesaikan permasalahan ekonomi

Permasalahan tersebut harus diselesaikan agar Indonesia bisa menjadi negara nomor 4 - 5 dengan ekonomi terbesar di dunia pada 2045.

Presiden minta para menterinya selesaikan permasalahan ekonomi

JAKARTA

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa dirinya tidak lagi memiliki beban selama lima tahun ke depan dan tidak bisa lagi maju pada Pemilu 2024. Itu sebab Jokowi sapaan akrab Joko Widodo bakal memberikan yang terbaik untuk negara.

Dia mengingatkan jajarannya untuk segera menyelesaikan sejumlah permasalahan yang menghambat laju perekonomian Indonesia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan permasalahan tersebut harus diselesaikan agar Indonesia bisa menjadi negara nomor 4 - 5 dengan ekonomi terbesar di dunia pada 2045.

Permasalahan pertama kata Jokowi yakni pembangunan infrastruktur. Dia meminta kepala daerah untuk melakukan konektivitas antara infrastruktur yang telah dibangun dengan titik produksi di daerahnya masing-masing.

"Tidak ada daerah yang bisa menikmati pertumbuhan ekonomi. Sambungkan dengan kawasan industri, sambungkan dengan kawasan wisata, dengan sentra industri kecil, dengan pusat produksi baik pertanian atau perkebunan. Itu tugasnya daerah," ujar Joko Widodo, saat membuka Musrembang 2019, di Jakarta pada Kamis.

Permasalahan kedua ialah menjalankan reformasi birokrasi. Dia meminta urusan perizinan dari pusat hingga daerah yang menghambat harus segera dipangkas.

"Semakin simpel organisasi kita, semakin sederhana organisasi kita, makin cepat kita berlari, akan semakin fleksibel kita memutuskan sebuah kebijakan," tambah dia.

Jokowi mengaku masih menemukan perizinan yang menghambat seperti di daerah dan juga kementerian.

"[Perizinan] Masih ruwet. Saya selalu sampaikan, kita ini sekali lagi, problem kita ini defisit transaksi berjalan, artinya butuh ekspor, butuh investasi terutama yang berorientasi ekspor. Investasi yang berorientasi pada substitusi barang impor," tambah dia.

Permasalah ketiga kata Jokowi yakni pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Data yang dimilikinya menyebutkan 51 persen masyarakat Indonesia merupakan lulusan sekolah dasar (SD).

"Ini persoalan yang harus kita selesaikan bagaimana mereka. Upskilling atau reskilling harus dilakukan besar-besaran," pungkas dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA