Presiden ingin perbaikan pengelolaan transportasi di Jabodetabek

Menurut Presiden, selama ini pengelolaan transportasi antar Pemerintah Provinsi tidak terintegrasi dengan baik

Presiden ingin perbaikan pengelolaan transportasi di Jabodetabek

JAKARTA

Presiden Joko Widodo menginginkan adanya perbaikan pengelolaan moda transportasi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi itu menilai selama ini pengelolaan transportasi antar Pemerintah Provinsi tidak terintegrasi dengan baik. 

"Yang terjadi misalnya yang berkaitan pemeliharaan juga sering banyak saling menunggu," ujar Jokowi saat menggelar rapat terbatas mengenai transportasi di kantornya pada Selasa.

Dia juga meminta seluruh transportasi bisa terintegrasi dengan baik. Dengan demikian, masyarakat bisa didorong untuk tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi.

"Mestinya nantinya kalau MRT jadi, LRT jadi, kereta bandara semua sudah siap, trans jakarta ada," tambah dia.

Dia menyebut negara mengalami kerugian Rp 65 triliun setiap tahunnya akibat kemacetan yang terjadi di Jabodetabek.

"Ini kalau kita jadikan barang, sudah jadi MRT jadi LRT. Dalam lima tahun sudah jadi barang. Nggak mungkin hal seperti ini kita teruskan kita harus berani memulai," jelas dia.

Presiden juga ingin agar pengelolaan Transit Oriented Development (TOD) yang selama ini mangkrak selama puluhan tahun bisa berjalan.

"Ini juga berpuluh tahun tidak bisa bergerak karena juga sama pengelolaan ada di beberapa tempat ada di DKI Jakarta, BUMN, kementerian lain atau ada di Jawa Barat dan Banten," pungkas dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA