Polri akan ajukan penerbitan red notice untuk Veronica Koman

Polisi tengah menyiapkan mekanisme pengajuan red notice, namun di saat yang sama sejumlah LSM meminta Komnas HAM melindungi Veronica Koman

Polri akan ajukan penerbitan red notice untuk Veronica Koman

Polisi akan mengajukan status red notice terhadap Veronica Koman kepada jaringan Interpol, di tengah kritik atas penetapan status tersangka aktivis sekaligus advokat tersebut.

Veronica sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran konten hoaks dan provokatif.

Juru bicara Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan polisi telah mengetahui lokasi Veronica yang saat ini berada di luar negeri.

Polda Jawa Timur yang menangani kasus penyebaran hoaks ini juga telah bersurat ke Markas Besar Polri untuk mengajukan status red notice ke Interpol.

Red notice merupakan permintaan kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk mencari dan menangkap sementara seseorang yang sedang menunggu ekstradisi, menyerah, atau tindakan hukum serupa.

“Apabila yang bersangkutan sudah diketahui posisi pastinya, baru nanti secara police to police akan bekerjasama, setelah Divisi Hubungan Internasional melakukan langkah-langkah hukum tentunya,” kata Dedi, di Jakarta, Senin.

Penetapan status tersangka terhadap Veronica menimbulkan kecaman dari sejumlah aktivis dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Amnesty International Indonesia menilai ini sebagai kriminalisasi terhadap kemerdekaan berpendapat.

Polisi dinilai tidak fokus menyelesaikan akar masalah yang mengakibatkan munculnya gelombang unjuk rasa berujung ricuh di Papua dan Papua Barat.

“Kalau tuduhan polisi adalah Veronica ‘memprovokasi’ maka pertanyaan yang harus dijawab oleh polisi adalah siapa yang telah terprovokasi untuk melanggar hukum akibat dari postingan Veronica di Twitter tersebut?” ujar Direktur Eksekutir Amnesty International Usman Hamid.

Menurut Usman, pemerintah dan polisi semestinya mengklarifikasi informasi yang disampaikan oleh Veronica melalui akun media sosialnya jika memang ada yang tidak akurat.

“Kriminalisasi Veronica Koman akan membuat orang lain takut untuk berbicara atau memakai media sosial untuk mengungkap segala bentuk pelanggaran HAM terkait Papua,” tutur Usman.

Amnesty mendesak Polda Jawa Timur agar menghentikan pengusutan kasus ini dan mencabut status tersangka Veronica.

Hari ini, sejumlah LSM yang menamai diri sebagai “Solidaritas pembela aktivis HAM” mendatangi Komnas HAM dan meminta perlindungan kepada Veronica.

Salah satu perwakilan yang hadir, Tigor Hutapea, mengatakan bahwa Veronica hanya melakukan pembelaan HAM kepada mahasiswa Papua, bukan memprovokasi apalagi menyebarkan berita bohong.

"Maka dari itu, kami minta Komnas HAM memberikan perlindungan terhadap Veronica,” kata Tigor.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA