Polisi tetapkan empat perusahaan tersangka karhutla

Keempat perusahaan yang menjadi tersangka diduga lalai dan membiarkan kebakaran hutan terjadi di lahan konsesi mereka

Polisi tetapkan empat perusahaan tersangka karhutla

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menetapkan empat perusahaan sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dua perusahaan di antaranya yakni PT SISU dan PT SAP di Kalimantan Barat, PT SSU di Riau, serta PT PGK di Kalimantan Tengah.

Juru bicara Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan perusahaan tersebut diduga gagal mengelola dan mengantisipasi karhutla lahan konsesi mereka.

“Jadi di sini ada dugaan kelalaian dan pembiaran karhutla terjadi,” kata Dedi di Jakarta, Selasa.

Pemerintah, lanjut Dedi, bisa mencabut izin konsesi perusahaan tersebut jika terbukti lalai.

Selain itu, polisi juga telah menetapkan 175 orang tersangka kasus karhutla di Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Mereka merupakan individu-individu yang diduga berkontribusi menimbulkan karhutla, misalnya untuk membuka lahan garapan dengan cara membakar.

Para tersangka tersebut telah menyebabkan kebakaran lahan seluas 953,68 hektare di tujuh provinsi.

Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah provinsi di Indonesia pada musim kemarau ini.

Dua hari belakangan, karhutla menyebabkan sekolah di Riau dan Jambi diliburkan akibat kualitas udara memburuk.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA