Polisi temukan proyektil yang diduga tewaskan mahasiswa Kendari

Proyektil tersebut akan dikirim ke Belanda dan Australia untuk diuji balistik sebagai salah satu langkah untuk mengungkap pelaku penembak Randi

Polisi temukan proyektil yang diduga tewaskan mahasiswa Kendari

Polisi telah menemukan proyektil peluru yang diduga menewaskan seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo, Immawan Randi, 21 tahun.

Randi tewas tertembak dalam unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kendari.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra mengatakan proyektil ditemukan di sekitar korban.

Proyektil tersebut akan dikirim ke Belanda dan Australia untuk diuji balistik sebagai salah satu langkah untuk mengungkap pelaku penembak Randi.

Asep beralasan pengiriman tersebut untuk mendapatkan “hasil konkret” terkait siapa yang paling bertanggung jawab atas kematian Randi.

“Ini untuk menguji secara profesional siapa pelaku (penembakan Randi),” kata Asep di Jakarta, Senin.

Saat ini ada enam polisi dari satuan reserse kriminal dan satuan intelijen yang dibebastugaskan karena membawa senjata api dalam pengamanan unjuk rasa di Kendari.

Keenam polisi tersebut dinyatakan melanggar stadar operasional prosedur (SOP) pengamanan unjuk rasa.

“Mereka jelas-jelas tidak melakukan instruksi pimpinan untuk tidak membawa senjata api dalam pengamanan,” tutur Asep.

Unjuk rasa di Kendari merupakan bagian dari aksi protes mahasiswa di berbagai kota di Indonesia. Dua poin utama yang mereka tuntut ialah pembatalan Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta penolakan terhadap Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Selain Randi, mahasiswa bernama Muhammad Yusuf Kardawi, 29, juga tewas akibat luka benda tumpul akibat unjuk rasa tersebut.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA