Polisi tangkap terduga teroris pimpinan kelompok JAD Bekasi

Dalam penangkapan, polisi menemukan dua bom berdaya ledak tinggi di toko ponsel milik EY

Polisi tangkap terduga teroris pimpinan kelompok JAD Bekasi

JAKARTA

Detasemen Khusus 88 menangkap terduga teroris dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Terduga teroris tersebut bernama EY alias Rafli yang juga merupakan pimpinan JAD Bekasi.

“EY merupakan amir JAD Bekasi, dia mengantikan amir yang ditangkap beberapa tahun lalu setelah peristiwa bom Thamrin,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis.

Dalam penangkapan, polisi menemukan dua bom berdaya ledak tinggi di toko ponsel milik EY.

Polisi juga menyita barang bukti lain material pembuat bom yang diperkirakan cukup untuk menghasilkan sekitar 20 bom.

Dedi mengatakan EY juga merupakan penyandang dana dari terduga teroris yang pekan lalu juga ditangkap di Bekasi berinisial SL.

“EY yang mengajarkan SL untuk merakit bom, dan bom yang dirakit itu high explosive,” tutur Dedi.

EY juga merekrut anak-anak muda untuk bergabung ke kelompok JAD, salah satunya YM yang juga ditangkap oleh Densus 88.

YM, yang baru lulus dari SMA pada 2018 lalu, direkrut langsung oleh EY dan dilatih untuk merakit bom.

Densus 88 menyita barang bukti berupa laptop, hardisk, sejumlah catatan, alat-alat untuk merakit bom, serta remote control sebagai pemicu bom dari YM.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap delapan orang terduga teroris yang berkaitan dengan JAD jaringan Lampung di beberapa daerah yakni Bitung, Tegal, dan Bekasi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA