Polisi tangkap penyebar hoaks Kapolri soal menembak masyarakat

Pelaku menyebarkan video yang telah disunting sehingga menghilangkan konteks ucapan Kapolri saat melakukan inspeksi pasukan pengamanan Pilpres 2019

Polisi tangkap penyebar hoaks Kapolri soal menembak masyarakat

JAKARTA 

Badan Reserse Kriminal Polri menangkap dua orang pelaku penyebar berita bohong (hoaks) terkait isu bahwa Kapolri Jenderal Tito Karnavian membolehkan jajarannya menembak masyarakat.

Kedua tersangka merupakan karyawan swasta di Jakarta Barat berinisial AH dan FA yang ditangkap pada 28-29 Mei 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan sebuah video yang diambil saat Tito bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan inspeksi pasukan pengamanan Pemilihan Presiden 2019 beredar di media sosial.

Dalam video asli, Kapolri menanyakan kepada anggota Brimob, “Saya mau tanya, kalau di lapangan tiba-tiba ada orang bawa parang mau membunuh masyarakat boleh enggak ditembak?”. Pasukan Brimob kemudian menjawab “Siap, boleh Jenderal”.

Namun, video yang disebarkan oleh kedua pelaku telah disunting menjadi “…masyarakat boleh enggak ditembak?”

Video yang telah disunting tersebut beredar melalui aplikasi pengiriman pesan pada 21-22 Mei 2019 lalu, ketika kericuhan terjadi di sejumlah titik di Jakarta sebagai buntut dari unjuk rasa penolakan hasil pemilu.

Kedua pelaku menyebarkan video hasil suntingan itu melalui media sosial Facebook.

Keduanya diduga menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian dan permusuhan individu serta dapat menimbulkan keonaran di masyarakat.

“Pelaku mengaku telah melakukan penyebaran informasi bohong tersebut melalui akun Facebooknya atas inisiatif sendiri, yang kemudian menyebar luas di media sosial,” kata Dedi melalui keterangan tertulis pada Jumat.

Polisi menjerat kedua pelaku menggunakan Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp12 miliar.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA