Polisi tangkap empat orang di Banten dan Jawa Tengah pasca-bom Medan

Polri menyatakan akan mencegah terjadinya aksi teror dengan menangkap sel-sel teroris untuk mencegah aksi teror seperti bom bunuh diri di Medan

Polisi tangkap empat orang di Banten dan Jawa Tengah pasca-bom Medan

Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap empat orang terduga teroris di wilayah Banten dan Jawa Tengah pada Rabu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan keempatnya ditangkap setelah kejadian bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada Rabu pagi.

Namun sejauh ini belum ada keterkaitan antara keempat terduga teroris ini dengan aksi teror di Medan.

"Dugaan sementara keterlibatan tiga orang yang di Banten adalah jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) Banten, sedangkan yang di Jawa Tengah masih dikembangkan," kata Dedi di Jakarta, Kamis.

Dari empat tersangka itu, Dedi mengatakan ada yang pernah mengikuti pelatihan militer bersama kelompok teroris dan ada juga yang pernah berangkat ke Suriah untuk berperang bersama kelompok Daesh/ISIS.

"Saat ini (penyidikan) sedang dikembangkan Densus 88," lanjut Dedi.

Polri menyatakan akan mencegah terjadinya aksi teror dengan menangkap sel-sel teroris yang berpotensi melaksanakan aksi.

Hal itu, kata dia, untuk mencegah terjadinya aksi teror seperti bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada Rabu pagi. Enam orang terluka dan seorang terduga pelaku tewas.

Polisi masih menyelidiki peristiwa di Medan ini.

"Kami akan melakukan preventive strike jangan sampe aksi teror terjadi kembali," ujar dia.

Beberapa hari sebelum ledakan terjadi, Densus 88 telah menangkap lima orang terduga teroris di Riau dan satu orang di Cikarang, Jawa Barat.

Satu orang terduga teroris di Riau ditembak karena melawan petugas, dan kini menjalani perawatan.

Sementara itu, polisi memastikan terduga teroris yang ditangkap di Cikarang, Jawa Barat, merupakan jaringan JAD.

"Jadi totalnya sudah ada 10 terduga teroris yang diamankan Densus 88 sejak 9 November," kata Dedi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA