Polisi selidiki dugaan aliran dana desa untuk kelompok bersenjata Papua

Polisi menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menyelidiki dugaan ini

Polisi selidiki dugaan aliran dana desa untuk kelompok bersenjata Papua

Polisi menemukan indikasi aliran dana desa untuk kelompok bersenjata di Papua.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra mengatakan polisi tengah menyelidiki dugaan tersebut.

“Saat ini sedang dilakukan penyelidikan lebih mendalam dengan bekerjasama bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Papua,” kata Asep, di Jakarta, Rabu.

Dana desa merupakan anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di seluruh Indonesia.

Provinsi Papua menerima dana desa sebesar Rp5,23 triliun pada 2019.

Asep menuturkan penyalahgunaan dana desa untuk kelompok kriminal bersenjata sejauh ini masih sebatas dugaan.

“Semua informasi (terkait dugaan) tengah diolah oleh penyidik Polda Papua,” ujar dia.

Informasi ini mulanya disampaikan oleh Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, namun dia tidak merinci desa-desa mana yang terindikasi.

Paulus juga mewanti-wanti para kepala desa untuk tidak menyalahgunakan dana desa.

Dia mengancam menindak tegas kepala desa yang terbukti menyalurkan dana desa kepada kelompok bersenjata.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA