Polisi periksa tujuh tahanan terkait kerusuhan Rutan Siak

Tiga orang di antaranya merupakan narapidana yang terlibat narkoba sebelum kerusuhan terjadi

Polisi periksa tujuh tahanan terkait kerusuhan Rutan Siak

JAKARTA 

Polisi memeriksa tujuh orang narapidana di Rumah Tahanan Siak Sri Indrapura, Riau, terkait kerusuhan dan pembakaran yang terjadi pada Sabtu dini hari lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto mengatakan pemeriksaan mereka terkait dengan pemicu kerusuhan.

“Ada tujuh orang warga binaan yang saat ini dalam pemeriksaan intensif Polres Siak,” ujar Sunarto kepada Anadolu Agency pada Senin.

Tiga orang di antaranya merupakan narapidana yang terlibat narkoba sebelum kejadian.

Selain itu, polisi masih mengejar 10 orang narapidana yang kabur akibat kerusuhan tersebut.

Sebanyak 615 orang tahanan di Rutan Siak telah dievakuasi ke Pekanbaru, Kampar, Bengkalis, dan Dumai akibat kondisi rutan yang seluruhnya terbakar.

Sebanyak 33 orang lainnya belum dievakuasi, termasuk tahanan yang masih diperiksa intensif, tahanan yang dirawat di RSUD, dan beberapa yang baru ditangkap setelah kabur usai kerusuhan tersebut.

Sebelumnya, Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjen PAS Kemenkum HAM Lilik Sujandi mengatakan kerusuhan dan kebakaran bermula dari ditemukannya narkoba jenis sabu milik wanita penghuni rumah tahanan.

Lilik mengatakan kepala rutan langsung merespons info ini dengan melakukan penggeledahan di blok wanita dengan petugas pengamanan.

Setelah dilakukan penyelidikan intensif, polisi menetapkan tiga tahanan terbukti mengkonsumsi narkoba atas nama IM, Z dan D.

“Selanjutnya pada pukul 00.35 waktu setempat ketiga tahanan tersebut dimasukkan ke ruang hunian dengan pengawalan petugas,” terang Lilik dalam pernyataan resminya.

Namun, lanjut Lilik, sekitar pukul 01.10 WIB terjadilah pemberontakan oleh tahanan yang menjebol pintu blok sel tahanan hingga terjadi kerusuhan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA