Polisi: Pelaku bom Kartasura berusia 22 tahun, jarang bersosialisasi

Pelaku tergolong masih amatir dalam jaringan terorisme

Polisi: Pelaku bom Kartasura berusia 22 tahun, jarang bersosialisasi

JAKARTA

Bom berdaya ledak rendah meledak di pos pantau lalu lintas di simpang tiga Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin malam pukul 22.30.

Polisi mengungkap, pelakunya adalah RA, usia 22 tahun. Dia adalah satu-satunya pelaku sekaligus korban dalam ledakan tersebut. Tidak ada korban tewas dalam ledakan tersebut.

Saat ini dirawat intensif di RS Bhayangkara, Semarang. RA menderita luka di perut, imbas dari bom pinggang yang dipasang dipinggangnya.

RA kelahiran 1997 atau saat ini berusia 22 tahun, merupakan warga Karang Kulon, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

RA tercatat bekerja sebagai karyawan swasta, belum menikah, dan mengenyam pendidikan terakhir SLTA atau SMA.

Dari keterangan keluarga kepada polisi, RA merupakan sosok pendiam, jarang berkomunikasi dan bersosialisasi.

Saat keluar rumah Senin malam, RA tidak berpamitan kepada keluarga, memakai sepeda motor, sampai terjadi ledakan di simpang tiga Kartasura.

Polisi mengatakan kondisi RA saat ini cukup stabil dan diperkirakan bisa sembuh dari luka di perutnya.

Polisi ingin mendalami motif RA meledakkan diri dan dari mana dia belajar membuat bom, apakah melalui internet atau secara konvensional dari seseorang.

Dari hasil pemeriksaan sementara Densus, pelaku tergolong amatir dan rekam jejak di kelompok belum terlihat. "Rekam jejak aksinya juga belum terbaca," kata Dedi Prasetya, Kepala humas Mabes Polri, Selasa.

Dari Densus 88 bersama Labfor telah menyita sejumlah barang di menyita kediaman orangtua pelaku, yakni: 2 plastik berisi belerang, 1 plastik berisi potasium florad, campuran belerang dengan potasium florad dan arang atau black powder.

Kemudian ada rangkaian elektronik yang digunakan sebagai switching, serbuk putih, baterai, dua plastik kabel-kabel, batu, pipa, detonator manual, serta sisa paku.

Dari hasil temuan polisi di rumah orang tua pelaku, dari hasil analisa tim labfor, hasil simpulan sementara bahwa bom yang meledak adalah bom low explosive.

Dari serbuk yang ada di rumah orang tua pelaku, sisa serbuk di TKP memiliki kesamaan. Begitu pula dengan sisa serbuk yang melekat di tubuh pelaku, baik yang di luka perut dan tangan pelaku sebelah kanan.

Meskipun bom kali ini masih tergolong amatir, polisi masih mencurigai adanya potensi ancaman lainnya selama libur panjang lebaran pekan ini.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA