Perusahaan e-commerce Tokopedia luncurkan reksadana syariah

Tokopedia reksadana bisa diakses melalui aplikasi di telepon genggam, diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan investor bisa memulai berinvestasi mulai Rp10 ribu

Perusahaan e-commerce Tokopedia luncurkan reksadana syariah

JAKARTA

Perusahaan e-commerce Tokopedia meluncurkan produk finansial berupa reksadana syariah.

Tokopedia bekerja sama dengan Bareksa dan Mandiri Manajemen Investasi (MMI) dalam layanan ini.

Vice Precident of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak mengatakan, layanan reksa dana syariah pada perusahaan e-commerce ini diharapkan mendorong masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di produk keuangan syariah.

Apalagi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi luas untuk produk finansial berbasis prinsip islami.

Tokopedia reksadana bisa diakses melalui aplikasi di telepon genggam, diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan investor bisa memulai berinvestasi mulai Rp10 ribu.

Tokopedia juga menyediakan pembayaran untuk transaksi reksadana melalui transfer bank hingga pembayaran digital.

Reksadana Tokopedia juga menungkinkan pencairan instan pada hari yang sama di waktu transaksi.

Tokopedia sebelumnya juga telah memiliki produk reksadana konvensional dan jumlahnya penggunanya telah meningkat sebanyak 37 persen dibanding pertama kali diluncurkan.

“Kami berharap reksa dana syariah juga bisa bertumbuh pesat dan dapat mendukung peningkatan jumlah investor di Indonesia,” ujar Nuraini, di Jakarta pada Kamis.

Direktur Mandiri Manajemen Investasi Endang Astharanti mengatakan produk reksadana syariah bisa memberikan nilai tambah yang cukup baik bagi investor.

Rata-rata kinerja reksadana pasar uang syariah yang dikelola oleh Mandiri Manajemen Investasi memiliki imbal hasil tabungan atau rata-rata deposito perbankan dengan kinerja historis satu tahun di atas 5%.

Deputi Direktur Pasar Modal Syariah OJK Muhammad Tauriq menuturkan pasar modal di Indonesia terus berkembang dalam beberapa tahun belakangan meski masih kalah populer dibanding produk keuangan perbankan.

Oleh sebab itu, Tauriq mengatakan perlu upaya ekstra untuk mengedukasi masyarakat Indonesia seputar produk keuangan dari pasar modal.

“Tingkat literasi masyarakat terhadap pasar modal syariah juga kecil. Angkanya itu 0,02 persen,” ujar Tauriq.

Dengan hadirnya produk reksadana syariah melalui e-commerce diharapkan bisa menghasilkan informasi dan meningkatkan literasi masyarakat terkait hal itu.

Apalagi, Tauriq melanjutkan reksadana juga menyasar generasi milenial untuk berinvestasi di pasar modal.

“Ketika produk reksadana sudah masuk e-commerce, gadget, ini bisa masuk ke semua kalangan,” kata dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA