Penyerang Wiranto masuk radar Densus 88 sebelum penusukan terjadi

Sebelum peristiwa itu, polisi mengklaim tidak bisa menindak Abu Rara karena tidak ada bukti cukup terkait aksi teror

Penyerang Wiranto masuk radar Densus 88 sebelum penusukan terjadi

Polisi menyatakan Syahril Alamsyah alias Abu Rara telah masuk radar pemantauan Densus 88 sebelum penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto terjadi.

Namun sebelum peristiwa itu, polisi mengklaim tidak bisa menindak Abu Rara karena tidak ada bukti cukup terkait aksi teror.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Abu Rara sebelumnya baru mencapai tahap didoktrin oleh tokoh-tokoh JAD.

“Abu Rara sudah dipantau, tapi belum ada bukti otentik terkait rencana teror atau perbuatan melawan hukum lainnya,” kata Dedi, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Dedi menjelaskan, Densus 88 baru bisa menindak terduga teroris jika mereka pernah mengikuti “pelatihan perang” atau telah merencanakan aksi teror.

“Sebelum mencapai titik itu, kita hanya bisa melakukan monitoring,” ujar dia.

Abu Rara dan isterinya, Fitri Andriana merupakan seorang simpatisan JAD. Mereka dinikahkan oleh pimpinan JAD Bekasi, Abu Zee. Abu Rara kemudian pindah ke Menes, Pandeglang.

Polisi menyatakan Abu Rara stres dan tertekan mendengar kabar Abu Zee tertangkap dan berencana menyerang pihak-pihak yang dianggap sebagai “thogut”.

Empat orang terluka akibat penyerangan tersebut yakni Wiranto; Kapolsek Menes Kompol Daryanto, pimpinan Universitas Mathalul Anwar, Haji Fuad; serta seorang ajudan Danrem setempat.

Wiranto masih menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat hingga saat ini karena mengalami dua luka tusuk di bagian perut.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA