Pemerintah pastikan Lion Air laksanakan rekomendasi KNKT

Direktur Jenderal Perhubungan Udara akan meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan penerbangan

Pemerintah pastikan Lion Air laksanakan rekomendasi KNKT

JAKARTA

Kementerian Perhubungan akan memastikan maskapai penerbangan Lion Air melaksanakan rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kecelakaan pesawat Lion Air PK LQP dengan nomor penerbangan JT610 akhir Oktober lalu.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti menugaskan inspekturnya ikut serta dengan Tim KNKT melakukan uji terbang menggunakan simulator Boeing di Seattle Amerika Serikat pada Sabtu mendatang.  

"Kami akan mengawasi agar rekomendasi tersebut dilaksanakan oleh Lion Air," ujar Polana, Kamis.

KNKT sebelumnya memberikan dua rekomendasi saat mengumumkan hasil investigasi awal/preliminary report investigasi kecelakaan tersebut. Dalam rekomendasinya, KNKT meminta Lion Air menjamin implementasi Operation Manual Part A subchapter 1.4.2 untuk meningkatkan budaya keselamatan dan menjamin pilot dapat mengambil keputusan untuk meneruskan penerbangan atau tidak.

Rekomendasi ini terkait fakta bahwa pilot yang menerbangkan pesawat tersebut sehari sebelum kecelakaan tetap melanjutkan penerbangan meski ada kerusakan teknis. 

Berikutnya lembaga itu meminta Lion Air menjamin semua dokumen operasional diisi secara tepat. Ini berkaitan adanya ketidakcocokan data kru pesawat antara yang tercatat di dokumen dan yang bertugas.   

Menurut Polana pasca-kecelakaan Lion Air PK LQP, Ditjen Perhubungan Udara mengambil langkah-langkah penanganan dan antisipasi. 

Antara lain, intensifikasi pemeriksaan terhadap seluruh pesawat melalui ramp check dan special inspection terhadap pesawat jenis B737-8 MAX yang beroperasi di Indonesia diperoleh hasil bahwa pesawat-pesawat tersebut laik terbang. 

“Hasil ramp check dan special inspection, semuanya laik terbang,” ujar Polana. 

Kementerian Perhubungan juga telah melakukan audit khusus kepada Lion dan Batam Aero Teknik yang hasilnya telah disampaikan sebagai referensi dalam investigasi yang dilakukan KNKT. 

Polana menegaskan dia dan jajarannya akan meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan penerbangan, apalagi dalam menghadapi masa angkutan udara Natal dan Tahun Baru 2018. 

Polana mengingatkan core business dalam penerbangan adalah keselamatan. Aturan itu mencakup 3S+1C yaitu Safety, Security, Services + Compliance.

Namun, kata dia, yang terpenting adalah keselamatan dan tidak ada toleransi dalam hal ini.

“Ini no go item, harus dipenuhi bila ingin berangkat!” tegas Polana.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA