Panwaslu Jeddah bantah isu TPS tutup lebih awal

Menurut Panwaslu Jeddah, kejadian sebenarnya adalah pihak keamanan menerapkan buka-tutup di setiap gerbang lokasi TPSLN

Panwaslu Jeddah bantah isu TPS tutup lebih awal

JAKARTA

Panitia Pengawas Pemilu Luar Negeri (Panwaslu LN) di Jeddah membantah isu Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) tutup lebih awal dan habisnya surat suara.

“Pelaksanaan pemungutan suara di Wilayah KJRI Jeddah berjalan dengan aman dan terkendali,” ujar Panwaslu Jeddah dalam keterangan persnya pada Senin

Panwaslu Jeddah juga membantah tudingan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) memberi prioritas pada pemilih yang memilih pasangan calon tertentu.

Panwaslu Jeddah menyatakan KPPSLN mendahulukan pemilih yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan mendaftarkan pemilih yang belum terdaftar menjadi Daftar Pemilih Khusus (DPK) untuk dipersilahkan menunggu atau kembali lagi di 1 jam terakhir.

“Berita yang beredar terkait ditutupnya TPSLN lebih awal sehingga pemilih tidak menggunakan hak pilih adalah tidak benar,” terang Panwaslu Jeddah.

Menurut Panwaslu Jeddah, kejadian sebenarnya adalah pihak keamanan menerapkan buka-tutup di setiap gerbang lokasi TPSLN.

Aturan ini berlaku karena terjadi penumpukan pemilih.

“Untuk kejadian ini kami merekomendasikan untuk disepakati bersama antara saksi dan KPPSLN memperpanjang waktu pemungutan suara agar seluruh warga yang sudah hadir dapat menggunakan hak pilihnya,” jelas Panwaslu Jeddah.

Berdasarkan pantauan Panwaslu Jeddah, setiap TPSLN rata-rata baru selesai melakukan pemungutan suara pada pukul 02.00 waktu Arab Saudi, yang berarti lebih lama dua jam dari waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Tidak ada WNI yang sudah mengantre tetapi tidak dipersilahkan memilih, namun ada pula WNI yang merasa lelah lama mengantre dan memutuskan untuk pulang dan tidak menggunakan hak pilihnya,” jelas Panwaslu Jeddah.

Menurut Panwaslu Jeddah, jumlah DPK di Jeddah lebih banyak dibandingkan DPT, sehingga pihak TPSLN, saksi, dan KPPSLN sepakat agar pemilih yang terdaftar bisa memberikan suaranya lebih awal.

Kebijakan ini bertujuan agar WNI yang berhak memilih dapat menggunakan hak pilihnya.

“Mari kita bersama-sama perangi hoaks,” kata Panwaslu Jeddah.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA