Migrant Care minta Indonesia hentikan sementara pengiriman pekerja migran ke Hong Kong

Direktur Migrant Care Wahyu Susilo meminta pemerintah menyiapkan langkah darurat menyelamatkan pekerja migran di sana yang mencapai 250 ribu orang

Migrant Care minta Indonesia hentikan sementara pengiriman pekerja migran ke Hong Kong

JAKARTA

Organisasi pemerhati pekerja migran, Migrant Care, meminta pemerintah untuk menghentikan sementara pengiriman calon pekerja Indonesia ke Hong Kong.

Menurut Direktur Migrant Care Wahyu Susilo, kondisi di Hong Kong semakin memburuk karena aksi demonstrasi di sana.

Bahkan kata dia, para demonstran berhasil menduduki bandara internasional dan operasi bandara terancam lumpuh.

"Situasi ini akan bertambah genting apabila polisi HK kembali melakukan aksi represi membubarkan demonstrasi," kata Wahyu Susilo melalui pesan singkat kepada Anadolu Agency pada Selasa.

Wahyu Susilo juga meminta kepada pemerintah menyiapkan langkah darurat untuk menyelamatkan pekerja migran di sana yang mencapai 250 ribu orang.

"Jika suatu semakin memburuk, opsi evakuasi merupakan langkah yang bisa dipertimbangkan terutama untuk kawasan2 dengan tingkat konflik yang tinggi," tambah dia.

Dia mendorong agar KJRI Hong Kong harus melibatkan partisipasi dan inisiatif organisasi pekerja migran di Indonesia.

Sebelumnya, Surat kabar South China Morning Post melaporkan bahwa sebanyak 160 penerbangan keluar dan 150 penerbangan masuk pada Selasa di Bandara Internasional Hong Kong dibatalkan.

Ini lantaran adanya aksi protes yang dimulai sejak Jumat lalu di terminal kedatangan bandara yang kemudian meluas ke terminal keberangkatan.

Akibatnya, proses check-in dan kedatangan penumpang pun terganggu.

Lebih dari 100 maskapai mengoperasikan penerbangan dari Bandara Internasional Hong Kong ke lebih dari 180 kota di seluruh dunia.

Setiap tahunnya, bandara ini mengakomodasi 75 juta penumpang.

Meski demikian, disebut bahwa pada Selasa Sebagian penerbangan di Bandara Internasional Hong Kong kembali.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA