Menteri Keuangan siap langsung kerja usai dilantik

Prioritas kabinet Indonesia Maju adalah meningkatkan perekonomian bangsa yang bertumpu pada SDM yang lebih baik

Menteri Keuangan siap langsung kerja usai dilantik

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kabinet Indonesia Maju siap untuk langsung tancap gas bekerja setelah resmi dilantik di Istana Kepresidenan, pada hari Rabu.

“Kebetulan saya sebagai Menteri Keuangan akan mendukung program yang disampaikan Presiden dan Wakil Presiden serta seluruh jajaran kabinet,” ujar Menteri Sri Mulyani, dalam sambutan pertamanya sebagai Menteri Keuangan periode 2019-2024.

Dia menjelaskan prioritas kabinet Indonesia Maju adalah untuk meningkatkan perekonomian bangsa yang bertumpu pada SDM yang lebih baik sehingga berbagai program yang menyangkut SDM seperti pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan pemerataan kesejahteraan serta ketenagakerjaan akan menjadi isu penting.

“Pengembangan SDM perlu dapat dukungan semua instrumen kebijakan, dan kita harus menyiapkan instrumen fiskal yang sudah tertuang dalam UU APBN 2020,” kata dia.

Kemudian terkait APBN 2019, Menteri Sri Mulyani mengatakan masih ada waktu 2 bulan lagi untuk bisa diselesaikan dengan baik.

Fokus tahun 2019 adalah menyelesaikan APBN dari sisi penerimaan negara yang mengalami tekanan signifikan karena perlambatan ekonomi global yang berimbas kepada penerimaan yang terefleksi pada penerimaan pajak yang perlu dijaga sehingga tidak menimbulkan tekanan bagi dunia usaha.

Selain itu, dia mengatakan program Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin menekankan untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang akan meningkatkan konektivitas antara pusat produksi dan market.

“Ini akan semakin meningkatkan instrumen fiskal yang bisa dilakukan dalam rangka mendorong kebijakan pembangunan infrastruktur berkelanjutan, baik pusat dan daerah,” imbuh Menteri Sri Mulyani.

Selain itu, dia mengatakan Presiden menekankan pada reformasi birokrasi dan meskipun sudah menjadi prioritas dalam 10 tahun terakhir, namun ranking perbaikan kualitas kinerja birokrasi masih harus diperbaiki dari sisi efisiensi, efektivitas, simplifikasi, dan kepastian yang masih perlu ditingkatkan.

“Artinya walaupun kita sudah ada reformasi di institusi birokrasi, kita tidak boleh terlena dan harus meningkatkan kinerja,” tambah Menteri Sri Mulyani.

Dia mengatakan instrumen APBN dan kekayaan negara akan digunakan untuk mendorong birokrasi bersih, efisien, dan efektif melalui kerja sama seluruh kabinet dalam rangka mewujudkan prioritas Presiden-Wakil Presiden.

“Ada juga dimensi daerah (dalam APBN) agar bisa mendorong kerja pemerintah dan ekonomi daerah,” kata Menteri Sri Mulyani.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA