Menlu RI: Sikap ambigu India hambat negosiasi RCEP

Dalam pertemuan bilateral dengan PM Modi, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa RCEP sangat penting bagi ASEAN, begitupun juga bagi India

Menlu RI: Sikap ambigu India hambat negosiasi RCEP

Proses perundingan negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang melibatkan 10 negara ASEAN dan 6 negara mitra masih sangat berat karena sikap dari India.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menjelaskan dalam KTT ASEAN-India, Perdana Menteri India Narendra Modi tidak memberikan jawaban yang jelas sikap India apakah akan tetap dalam perundingan atau keluar dari perundingan.

“Namun, PM Modi berusaha menjelaskan bahwa diskusi RCEP ini sangat penting,” kata Menteri Retno di Bangkok, Minggu.

Dia mengatakan PM Modi dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa sangat memahami pentingnya diskusi RCEP sehingga India tetap terlibat dalam negosiasi dalam 7 tahun terakhir.

PM Modi juga mencoba memberikan tawaran-tawaran untuk menyeimbangkan perundingan.

PM Modi juga sampaikan ada beberapa isu yang belum sampai pada final solution dan PM Modi harapkan agar konklusi akhir dapat menjamin market akses yang cukup minimum.

“Saya berikan gambaran statemen PM Modi yang menurut saya belum konklusi katakana tidak. Situasinya cukup berat, namun masih ada harapan,” tambah dia.

Menteri Retno mengatakan dalam KTT ASEAN-India sangat jelas terlihat tidak hanya Indonesia, tapi juga negara RCEP lainnya ingin agar India tetap bersama-sama dalam perundingan.

Presiden Joko Widodo juga dalam pertemuan bilateral dengan PM Modi menyampaikan bahwa RCEP sangat penting bagi ASEAN, begitupun juga bagi India.

“Memang tidak mudah bernegosiasi dengan 16 negara, tetapi Presiden meyakinkan bahwa RCEP akan dapat membawa hasil yang saling menguntungkan bagi rakyat semua negara,” kata Menteri Retno.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa selain Indonesia, China juga menyampaikan agar India tetap dalam RCEP karena akan dapat menjadi blok kerja sama ekonomi dan perdagangan terbesar.

RCEP akan menjadi blok kerja sama dengan PDB USD27 triliun melebih Uni Eropa yang memiliki PDB 18 triliun. Populasi dalam RCEP juga sebanyak 3,6 miliar melebihi populasi Uni Eropa.

“Hampir semua pemimpin mendorong agar perundingan bisa difinalisasi,” kata Menko Airlangga.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan ada isu-isu yang harus diselesaikan India karena sikap India terkait RCEP sangat tergantung dengan sikap publiknya.

“Namun, India masih menganggap ASEAN adalah partner terpenting dan proses perundingan RCEP masih berlangsung,” ungkap dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA