Menko Luhut: Presiden tekankan kemudahan investasi

Pemerintah menargetkan akan menarik lebih banyak investasi untuk menopang hilirisasi agar struktur ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada ekspor material mentah

Menko Luhut: Presiden tekankan kemudahan investasi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menargetkan peningkatan investasi di Indonesia sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk lima tahun ke depan.

Luhut kini menjadi ujung tombak investasi di Indonesia setelah Kementerian Koordinator Bidang Maritim memiliki nomenklatur baru yang membidangi investasi.

“Presiden memerintahkan dalam kondisi global saat ini sebanyak mungkin kita memberikan kemudahan pada investasi sehingga foreign direct investment bisa masuk ke kita,” kata Luhut usai dilantik di Istana Kepresidenan, Rabu.

Menurut Luhut, presiden telah meminta agar tidak ada lagi investasi yang terhambat.

Pemerintah akan merancang Undang-Undang yang bersifat sebagai omnibus law demi mengatasi tumpang tindih aturan dan hambatan dalam investasi.

Sebagai omnibus law, undang-undang tersebut mencabut pasal-pasal yang tumpang tindih seputar investasi di sejumlah undang-undang dan memberikan wewenang kepada presiden untuk membuat peraturan baru yang memudahkan proses investasi.

“Semua harus selesai. Masa lima tahun lalu sudah diperintahkan mengenai oil refinery dan petrochemical tapi tidak jalan. Sekarang presiden maunya itu,” ujar Luhut.

Dalam lima tahun ke depan, pemerintah menargetkan akan lebih banyak investasi yang masuk untuk menopang hilirisasi agar struktur ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada ekspor material mentah.

Dengan demikian, Indonesia bisa sampai pada supply chain sehingga bisa mendapat nilai tambah.

Luhut mencontohkan ekspor stainless steel dari kawasan industri Morowali yang pada tahun depan ditargetkan bernilai USD12 miliar.

Dia juga menargetkan lebih banyak investasi di sektor pertanian, seperti kerja sama dengan Uni Emirat Arab untuk mengembangkan hortikultura di lahan seluar 100 ribu hektare di Kalimantan Tengah.

Pemerintah akan mengembangkan proyek hydropower di Kalimantan Utara yang digadang-gadang akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Proyek ini, lanjut dia, tengah ditawarkan ke Amerika Serikat.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA