Menkes: Petugas KPPS yang meninggal paling banyak berusia 50 - 70 tahun

Sebanyak 51 persen kasus kematian petugas KPPS disebabkan oleh penyakit Cardio Vascular atau penyakit jantung

Menkes: Petugas KPPS yang meninggal paling banyak berusia 50 - 70 tahun

JAKARTA

Kementerian kesehatan menyatakan bahwa sebagian besar petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal setelah penyelenggaraan Pemilu 2019 berusia 50 - 70 tahun.

Hal itu berdasarkan audit medis yang dilakukan dinas kesehatan terhadap rumah sakit di 25 provinsi, karena dari 485 petugas KKPS yang meninggal, 39 persen diantaranya meninggal di rumah sakit.

"Yang meninggal kebanyakan pada usia tua walaupun ada juga yang usia muda tapi nanti kita lihat penyebabnya kematian ini," ujar Menteri Kesehatan Nila F Moelok di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta pada Senin.

Menurut Menteri Nila 51 persen kasus kematian petugas KPPS disebabkan oleh penyakit Cardio Vascular atau penyakit jantung.

"Termasuk didalamnya ada stroke dan termasuk sudden-death dan ditambah hipertensi saya sebenarnya belum menghitungnya itu [jadi] 53 persen," ujar

Nila F Moelok juga akan menerjunkan tim independen yang akan melakukan melakukan otopsi verbal dengan cara wawancara terhadap masyarakat sekitar.

Tim tersebut kata dia berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Sebelumnya, ratusan penyelenggara pemilu dan aparat keamanan meninggal dunia yang bekerja dalam pemungutan suara paling bersejarah di Indonesia ini.

Bersejarah karena baru kali Indonesia berhasil menyelenggarakan pemilihan presiden dan anggota legislatif serentak satu hari, dan bisa dikategorikan perhelatan terbesar di dunia.

Kematian tersebut pun menimbulkan kecaman dari berbagai pihak, bahkan Komnas HAM menyatakan akan menyelidiki kematian tersebut.

Sementara pihak oposisi menuding adanya keganjilan dalam kematian petugas KPPS itu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA